SM/M Nur Chakim - RAPAT ANGGOTA: Sejumlah anggota koperasi Esem Sejahtera menggelar rapat anggota tahunan dikantor jalan veteran 30 Wonosobo, kemarin.

WONOSOBO, SM Network – Koperasi Esem Sejahtera didirikan para wartawan dari sejumlah media di Kabupaten Wonosobo mulai membidik peluang usaha di sektor pertanian dan event organizer (EO). Usaha tersebut dinilai sangat menjanjikan untuk kemajuan koperasi dan kesejahteraan anggota.

Bisnis di sektor simpan pinjam sudah tidak prospektif bagi koperasi serba usaha. Daya serap masyarakat terhadap sektor itu rendah seiring ekonomi masih lesu. Sementera ceruk bisnis jenis ini dana dikelola perbankan dan BMT skala besar saat ini tidak banyak terserap.

“Tahun ini kami mulai membidik sektor pertanian menjadi fokus bisnis. Selain itu tentu bisnis event masih kamij jalankan karena koperasi ini juga telah menandatangani MoU dengan sejumlah pihak sebagai mitra kerjanya,” ungkap Ketua Koperasi Esem Sejahtera Edy Purnomo disela menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Kampung Sudagaran Wonosobo, kemarin.

Dijelaskan dia, selama periode 2019-2020, kinerja koperasi agak mengalami perlambatan karena ceruk bisnis yang sudah menjadi proyeksinya terkendala pandemi. Salah satu usaha yang dibidik simpan pinjam juga tak berjalan maksimal. Dengan kondisi tersebut akan melakukan perubahan strategi bisnis yang lebih fokus dengan resiko yang relatif terukur. “Langkah terdekat kami akan mengubah strategi dan merombak manajerial agar lebih maksimal. Kerjasama dengan pihak desa melalui tabungan Tani sudah kami siapkan tahun ini semoga lancar,” ujarnya.

Kepala Seksi Kelembagaan Koperasi Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Wonosobo Ngadirin saat membuka RAT, menilai koperasi mayoritas beranggotakan pekerja media ini harus terus diperkuat agar eksistennya berkembang. Dia menilai koperasi Esem Sejahtera yang menjadi salah satu aset pemerintah daerah akan mendapatkan dukungan pendampingan. Menurutnya, proses majunya koperasi butuh waktu yang cukup lama dan proses yang tidak mudah karena harus berkompetisi.

Dia mengusulkan agar pengurus koperasi mulai fokus pada penanganan bidang yang memiliki nilai bisnis dan tidak harus besar namun berjalan lancar. Menurutnya salah satu yang harus dijaga adalah loyalitas anggota terhadap kemajuan koperasi. “Kuncinya anggota loyal kepada lembaga. Banyak anggota yang memutarkan modal di perbankan lain padahal jika modal dikembangkan bersama di koperasi hasilnya akan jauh lebih besar,” jelasnya.

Dia mengatakan koperasi berjalan tak hanya karena adanya undang-undang, peraturan presiden ataupun Kepres, tetapi dengan kerja keras membangun kebersamaan dalam mengelola usaha, memiliki etos kerja dan mampu bermitra.