Konsep GSM Diadopsi di 490 SMK

YOGYAKARTA, SM Netework – Sebanyak 490 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Indonesia yang ditunjuk sebagai Center of Excellence (CoE) akan mengadopsi konsep Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Sebagai awalan, kepala sekolah diundang mengikuti workshop.

Workshop gelombang pertama diadakan di Yogyakarta, 15-19 November 2020, yang diikuti oleh 98 kepala SMK. Rencana, tahapan ini dibagi dalam lima batch. Setelahnya dilanjutkan pendampingan oleh tim GSM selama enam bulan.Ditemui disela acara, Rabu (18/11), Koordinator Bidang Kemitraan dan Penyelarasan SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), Saryadi menjelaskan, pihaknya tertarik mengadopsi konsep GSM karena melihat implementasi positifnya pada beberapa jenjang pendidikan.

“Di tengah kondisi perubahan saat ini, kami ingin mengembalikan makna pendidikan. Kita tidak ingin menciptakan anak SMK sebagai robot pekerja tapi mengantarkan mereka sesuai minat dan bakat,”  katanya.

Selaku aktor utama, kepala sekolah diharapkan dapat membawa semangat GSM kepada para guru. Hal ini nantinya yang akan menjadi ruang lingkup pendampingan. Terkait dengan pembekalan hard skill, Saryadi menyebut CoE adalah suatu investasi yang luar biasa. Dengan dijadikan pusat keunggulan, sekolah mendapat berbagai fasilitasi seperti pemenuhan ruang praktek, peralatan, peningkatan kapasitas guru, dan kemitraan antara SMK dengan dunia usaha dan industri.

Pendiri GSM, Muhammad Nur Rizal menambahkan setelah pendampingan yang dimulai Januari 2021, sekolah diharapkan bisa menjadi komunitas mandiri. “Sasarannya adalah mengubah mindset kepala sekolah dan guru bahwa narasi pendidikan tidak hanya berkutat pada akademis tapi membangun pendidikan berbasis individu,” ujar Rizal.

Arahannya, SMK di masa mendatang tidak hanya menghasilkan pekerja di sektor industri tapi juga lulusan yang mahir berwirausaha.

Tinggalkan Balasan