SMN/Gading Persada - SERAHKAN TROPI: Ketua Umum KONI DIY yang juga Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Republik Indonesia (APKORI) Prof Djoko Pekik Irianto MKes AIFO menyerahkan tropi juara kepada pecatur Vietnam dalam sebuah kejuaraan catur internasional di Jogja, 2019 lalu.

YOGYAKARTA, SM Network – Imbas Covid-19 masih masif terjadi secara global tak terkecuali di Indonesia. Akibatnya banyak kegiatan tertunda atau bahkan dibatalkan, termasuk even olahraga sekalipun.

Bahkan, penyelengaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, medio Oktober mendatang masih belum jelas diadakan jika pandemi ini tak selesai. Secara tegas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY pun menyarankan agar pesta olahraga multieven provinsi-provinsi di Tanah Air itu diundur hingga tahun depan.

“Jika hingga bulan Juli kondisi (Covid-19) belum mereda, kami mengusulkan penyelengaraan PON diumundurkan saja hingga 2021 mendatang. Setidaknya baru bisa digelar Maret atau April,” papar Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto, Selasa (7/4).

Apa yang diutarakan Djoko Pekik beralasan. Sebab, jika pandemi korona mereda maka tahapan PON bisa tetap berjalan sesuai agenda atau setidaknya hingga 19 Juli atau saat tahapan entry by name atlet-atlet yang akan berlaga. Namun, jika pandemi ini tak kunjung reda maka pengunduran jadwal PON di Papua menjadi 2021 menjadi hal yang logis.

“Ada 3 kepentingan yang perlu dipertimbangkan yakni pusat, daerah dan tuan rumah,” imbuhnya.

Tak hanya itu, masa tanggap darurat hingga 29 Mei sebagaimana ditetapkan Pemerintah juga harus menajdi pertimbangan sehingga usulan pengunduran PON menjadi hal yang logis pula. Namun, dia juga berharap setelah masa tanggap darurat pandemi korona benar-benar berakhir hingga PON tetap bisa digelar Oktober.

“Namun, jika pun mundur, ya jangan Januari atau 2021 karena anggaran APBN maupun APBD juga masih belum siap. Atau jika mundur terlalu jauh pun misalnya Juni atau Juli tentu akan memberatkan anggaran daerah juga terutama untuk pemusatan latihan daerah. Disamping itu akan mengacaukan periodisasi latihan dalam annual planning karena harus mengulang untuk memulai general physical prepartion. Makanya kami usulkan yang ideal itu Maret atau April tahun depan,” tandas profesor keolahragaan itu.

Sebelumnya, karena pandemi korona ini, KONI DIY juga sudah menginstruksikan atlet Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) berlatih secara mandiri sebagai persiapan PON Papua. Instruksi dikeluarkan lewat Surat Edaran bernomor 0437/Um/III/2020 yang ditandatanganinya langsung.

“Ini sebagai langkah antisipasi. Kami akhirnya mengeluarkan surat edaran terkait Puslatda yang kini dilakukan mandiri,” tandas mantan Deputi III Kementerian Pemuda dan Olahraga itu.


Gading Persada

1 KOMENTAR