Komunikasi Gerindra-PPP Temui Jalan Buntu

WONOSOBO, SM Network – Komunikasi politik antara Gerindra dan PPP Wonosobo dalam mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo temui jalan buntu. Meski telah memasuki perpanjangan masa pencalonan, kedua partai tersebut belum sepakat untuk mengusung pasangan calon. Bahkan Ketua Gerindra Wonosobo Sumardiyo menyebut, partainya tidak akan mengusung pasangan calon dalam Pilkada 2020.

“Partai Gerindra Wonosobo bersikap netral. Tidak akan berkoalisi dengan PPP. Juga tidak akan bergabung dengan koalisi besar 7 partai yang mengusung Afif Nurhidayat-M Albar,” tegas Sumardiyo saat konferensi pers bersama awak media di RM Taman Puring Mendolo Wonosobo, Selasa (8/9).

Pihaknya menyebut koalisi dengan PPP tidak terbentuk karena berkali-kali komunikasi politik dengan partai berlambang kakbah berjalan buntu. Tidak ada titik temu politik antara Gerindra dan PPP. Tidak ada kesepahaman politik membuat koalisi poros baru itu tidak terbangun.

“Tidak ada kesepahaman bersama sehingga koalisi politik pun pada akhirnya tidak terbangun. Komunikasi politik sudah berlangsung lama tapi sampai hari ini tidak ada kesepakatan bersama untuk berkoalisi,” katanya.

Pihaknya memohon maaf pada konstituen, tokoh dan masyarakat Wonosobo, karena Gerindra pada Pilkada tahun 2020 ini, tidak mengusung paslon siapapun dan berkoalisi dengan partai apapun.

“Saya menyerahkan kepada wakil rakyat dari Gerindra di DPRD, kader maupun konstituen untuk netral dalam Pilkada. Tidak menyuruh memilih atau melarang tidak memilih paslon. Tapi diserahkan pada pribadi masing-masing. Yang jelas harus menggunakan hak pilih dengan baik,” tandasnya.

Sebelumnya, PPP telah memberikan rekomendasi kepada incumbent Eko Purnomo dan Jefri Asmara kader PPP dalam Pilkada Wonosobo. Ketua PPP Wonosobo, Udik Ridwan mengatakan, rekomendasi kepada Eko-Jefri telah sesuai dengan mekanisme partai, yaitu melewati Rapat Pimpinan Cabang (Rapimpcab) yang diikuti pengurus PPP tingkat Kecamatan.

“Terkait koalisi partai, politik itu dinamis. Kalau rekom turun berarti sudah berpasangan. Doakan bersama saja semoga Allah SWT meridloi,” tandasnya.

Dijelaskan Udik, dengan keluarnya Surat Rekomendasi dari DPP PPP, maka sudah gugur tugas DPC PPP Wonosobo dalam mengawal rekomendasi sesuai aspirasi masyarakat dan slogan PPP bergerak bersama rakyat. Nama yang telah direkomendasikan, dikatakan Udik, merupakan nama yang diharapkan masyarakat Wonosobo dalam membangun daerah menjadi lebih baik.

Adib Annas Maulana

Tinggalkan Balasan