Komplotan Pembobol ATM Minimarket Dibekuk

SLEMAN, SM Network – Berdalih desakan faktor ekonomi, lima pria asal Sumatera Selatan dan seorang warga Yogyakarta nekat melakukan pencurian. Sasaran mereka adalah mesin ATM yang ada di minimarket. Sebelum menjalankan tindak kejahatannya, komplotan ini terlebih dulu memetakan lokasi dan berbagi peran. Ada yang bertugas mengintai sekitar lokasi, dan sebagian pelaku lainnya berperan melakukan eksekusi serta menunggu hasil curian.

Rencana kejahatan itu mereka wujudkan pada 5 Juli silam, dengan sasaran sebuah toko waralaba yang terletak di Jalan Wates km 6,5 Balecatur, Gamping. Namun sebelum berhasil menguras isi ATM, kawanan penjahat ini terpergok oleh saksi yang kemudian meminta bantuan warga sekitar dan anggota Polsek Gamping.

“Satu orang diamankan di dalam toko. Sedangkan lima pelaku lainnya melarikan diri, namun bisa ditangkap dalam waktu kurang dari 1×24 jam di wilayah Borobudur Magelang,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah, Kamis (6/8).

Polisi juga menyita satu unit mobil yang digunakan para pelaku saat beraksi, serta beberapa barang bukti lain seperti alat las, obeng, linggis, dan tali tambang sepanjang lima meter. Modus operandi yang dilakukan adalah membongkar atap lalu membobol mesin ATM yang ada di dalam toko.

Aksi kawanan ini tergolong cepat. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, mereka berhasil merusak ATM menggunakan alat las yang disambung ke tabung gas. Menurut pengakuan tersangka, cara ini mereka pelajari secara otodidak dari Youtube.

Kepada penyidik, pelaku juga mengaku baru pertama kali melakukan pencurian di Sleman. Mereka datang ke Yogyakarta sekitar tiga bulan lalu dengan maksud mencari kerja serabutan. “Kami belum berkomunikasi dengan kepolisian wilayah Sumatera terkait kemungkinan adanya TKP lain. Namun sejauh ini belum ditemukan catatan kriminal mereka,” imbuh Deni.

Lima tersangka asal Sumatera Selatan masing-masing berinisial AS alias Sayur (44), AA alias Andi (43), AW alias Aldi (19), DISA alias Dedy (26), dan MAR alias Wawan (29). Mereka kini meringkuk di sel tahanan Polres Sleman bersama WD alias Wiwid, warga Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogyakarta. Keenamnya dijerat pasal 363 KUHP dengan ancama penjara paling lama tujuh tahun.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan