Kompak, Warga Desa ini Jaminkan BPKB Benahi Wisata Desa

MUNGKID, SM Network – Pasca terjadinya angin kencang yang melanda kawasan pegunungan Merbabu beberapa bulan lalu, masyarakat Desa Pogalan berkomitmen kembali benahi wisata desa. Bahkan, untuk membangun kembali wisata hutan grenden beberapa warga merelakan BPKB kendaraannya dan melakukan sejumlah pinjaman uang.

“Jadi membangun wisata ini kembali merupakan ide-ide dari masyarakat untuk membuat seperti ini. Dan itu swadaya masyarakat dalam mewujudkan hal seperti ini, sampai menghutang serta menjaminkan BPKB motor dan mobil milik warga,” terang Madiono selaku Kepala Desa Pogalan, saat aksi gerakan Merbabu Nandur 2020, Minggu (2/2).

Menurutnya desa juga tidak bisa membantu, sebab dana desa tidak bisa digunakan secara mendadak. “Desa juga belum bisa membantu karena sistem penganggarannya tidak bisa secara tiba-tiba,” jelasnya. Pembuatan taman wisata greenden ini memang murni inisiatif dari warga, dengan menggunakan pepohonan tumbang yang tidak digunakan.

“Kami memanfaatkan pepohonan yang tunbang akibat angin kencang, dengan seijin dan berkomunikasi dengan Taman Nasional Gunung Merbabu sehingga dapat membangun kembali tempat wisata ini,” ujar Madiyono. Total dana yang digunakan oleh warga kurang lebih sekitar 50 juta, dengan dana yang dikumpulkan oleh tiga orang warga bahkan lebih.

Untuk membangun kembali tempat wisata Grenden, warga memerlukan waktu selama satu bulan lebih. Bangunan yang dibangun kembali meliputi spot selfie berupa jembatan dan jam, serta sebuah bangunan yang akan digunakan untuk tempat kuliner. “Nantinya di bangunan ini akan digunakan oleh warga usaha UMKM yang akan berisi berbagai olahan kuliner dari hasil pertanian warga,” paparnya.

Sebelum musibah angin kencang terjadi dalam sehari ada sekitar 50 pengunjung yang datang, dengan harga tiket masuk Rp 12.500 di hari libur dan Rp 10.000 di hari biasa. Tempat wisata Grenden sendiri dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pogalan.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan