SM/Aris Himawan - SIDAK : Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo sidak ke lahan pertanian di Kecamatan Grabag. Mereka minta saluran air dinormalisasikan untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut.

PURWOREJO, SM Network – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo melakukan sidak ke lahan pertanian di Kecamatan Grabag, kemarin. Dari hasil sidak itu, anggota dewan menemukan saluran air yang menggenang dan sering mengakibat banjir di empat desa di Kecamatan Grabag. Keempat desa tersebut adalah Desa Kertojayan, Munggangsari, Pasar Anom dan Ketawangrejo.

“Ini permasalahan serius dan harus segera ditangani,” kata anggota Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo, Luhur Pambudi Mulyono.

Turut dalam rombangan tersebut Ketua Komisi I Tursiyati, Muhammad Fahrudin Sidiq, Bintoro serta sejumlah perangkat dan kepala desa dari empat desa tersebut.

Lebih lanjut, Luhur mengatakan, Pemkab harus ikut turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini meskipun tidak menjadi ranah tanggung jawab dari Pemkab.

“Memang bukan wewenang Pemkab tapi apa salahnya menjembatani sehingga kebutuhan warga untuk adanya saluran pembuangan itu bisa segera direalisasikan,” katanya.

Disebutkan Luhur, jika kondisi ini sebenarnya cukup ironis, karena posisi desa tergenang ini amat dekat dengan laut. Namun karena saluran pembuangan tidak ada sehingga aliran air itu harus memutar terlebih dahulu sebelum terbuang ke laut.

“Kalau tidak segera diatasi ini tentu sangat menggangu karena air itu sudah muncul di permukiman serta areal pertanian warga. Khususnya jambu yang seharusnya ranum-ranum atau semangka yang besar-besar malah membusuk,” pungkasnya.

Kepala Desa Kertojayan, Tri Rapi Pangestuti saat mendampingi anggota komisi 1 mengatakan, puluhan hektar sawah terendam air, rata-rata 3 bulan selama musim penghujan tiba. Pemukiman warga juga tidak sedikit yang mengalami genangan. Walaupun posisnya dekat dengan pantai selatan namun selama ini, aliran pembuangan air mengarah ke utara dan dibuang melalui Kali Lereng yang berjarak sekitar 3 kilometer.

“Pembuangan inilah yang selama ini menjadi permasalahan. Karena kondisi saluran amat memprihatinkan dimana lebar saluran kurang dari 1,5 meter. Dan saat masuk di pemukiman kemiringannya juga kurang baik. Di perkampungan itu posisinya lebih tinggi dan menahan aliran sungai,” katanya.

Dijelaskan, jika untuk musim penghujan tahun ini, tercatat sudah selama 1 bulan terakhir ini pemukiman dan areal pertanian warganya di Kertojayan tergenang air. Kejadian paling parah terjadi beberapa tahun lalu dimana genangan terjadi hingga 6 bulan.

“Bisa dibayangkan seperti apa warga harus tinggal di pemukiman yang mengalami genangan itu,” ungkapnya.

Kepala Desa Munggangsari Pujiyanto menambahkan, kalau bisa ada saluran sodetan disisi selatan Jalan Daendels, sehingga air bisa dialirkan ke timur ke arah Sungai Gawe. Sehingga nantinya aliran buangan bisa dipecah ada yang ke utara ke arah Sungai Lereng.

Sementara yang ke arah Sungai Lereng ada masalah di gorong-gorong yang terletak dibawah jalan aspal lurusnya Terminal Ketawang karena gorong-gorongnya kecil dan terlalu dalam posisinya dan sering terjadi penyumbatan.

“Sejak bulan Februari kemarin hingga Maret ini masih menggenangi pertanian utamanya pertanian jambu kristal, yang terdampak lahan pertanian, perkebunan, penghasilan petani menjadi menurun akibat banjir,” ujarnya.