Klenteng Tertua di DIY Butuh Perhatian

JOGJAKARTA, SM Network – Disela persiapan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2572, beberapa kelenteng dan rumah ibadah konghucu berbenah. Namun ada yang berbeda dengan klenteng di Poncowinatan.

Di bagian depan teras klenteng tampak terdapat bambu yang dipasang untuk penyangga atap bangunan. Klenteng yang dibangun pada tahun 1881 atas prakarsa Sri Sultan HB VI dan kemauan warga sekitar yang kala itu banyak memeluk Khong Hu Cu. Bentuk fisik klenteng dari awal pembangunan hingga sekarang tak banyak mengalami perubahan.

Namun saat ini ada bagian atap bangunan yang mengkhawatirkan dan bisa rubuh apabila tidak disangga dengan bambu. Hal itu dikatakan pengurus Vihara, Margo Mulyo atau biasa dikenal dengan Shushu saat ditemui Suara Merdeka disela-sela persiapan perayaan penyambutan Imlek. “Kayu karena fasktor usia jadi mulai rapuh, juga bocor,” katanya.

Menurutnya kondisi tersebut diketahui sejak sekitar dua minggu lalu. “Beberapa kayu rontok dan ada kayu berbentuk bunga sebesar helm itu jatuh,” kisahnya. Perbaikan teras klenteng bernama Tjen Ling Kiong ini masih dalam perencanaan karena perkiraan biaya tidak mungkin sedikit. “Ya sementara ini masih disangga dulu saat perayaan imlek,” ungkapnya.

Salah satu umat, Onin, mengajak para simpatisan dan pemerhati klenteng yang merasa peduli diharapkan bisa membantu perbaikan klenteng tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta itu. “Mari yang merasa peduli kita bersama-sama menggalang dana untuk perbaikan tempat ibadat ini,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan