KKN IAINU Tekankan Kemandirian Desa Menuju Tangguh Covid-19

KEBUMEN, SM Network – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agam Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) tahun ini dalam situasi menghadapi wabah korona atau Covid-19. Sehingga, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi itu pu menekankan kemandirian desa menuju tangguh Covid-19.

“Hal tersebut telah dituangkan dalam program kegiatan yang dilaksanakan oleh 255 mahasiswa yang mengikuti KKN Tahun Akademik 2019/2020 kali ini,” kata Ketua Panitia Benny Kurniawan.

Pelaksanaan KKN yang didampingi oleh 25 dosen IAINU itu juga dilakukan secara daring. Beberapa program kegiatan di antaranya berhubungan langsung dengan masyarakat, seperti pelatihan dan pemberdayaan desa tangguh korona.

Masing-masing peserta melaksanakan di desanya atau desa tempat kos / mondok mahasiswa bersangkutan. Ini agar pelaksanaan KKN yang berlangsung mulai 4 Agustus – 19 September itu lebih dapat dirasakan oleh masyarakat. Sekaligus memberikan ruang dan peran bagi mahasiswa sebagai “again of change”.

Sementara itu, Rektor IAINU Kebumen Imam Satibi didampingi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAINU Kebumen Mukhsinun menegaskan kepedulian kampusnya terhadap penanggulangan Covid-19.

“Jika kita berkunjung ke kampus IAINU Kebumen mulai dari pintu gerbang sudah terlihat ajakan penerapan protokol dan tersedia infrastruktur Covid-19 seperti tempat cuci tangan,” terang Imam.

Pihaknya pun selalu aktif mendorong seluruh civitas akademika mengikuti protokol, baik dalam pelayanan di kampus maupun di kehidupan sehari-hari pada lingkungan masyarakatnya. Selain itu melakukan langkah atau upaya partisipasi kampus dalam mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19.

Yakni mendorong kepada dosen dan karyawan untuk melakukan test,baik rapid maupun swab yang diselenggarakan oleh gugus tugas /pemerintah. Seperti yang dilakukan di kampus IAINU pada Sabtu (8/8) atas fasilitasi dari Dinas Kesehatan. “Para dosen dan karyawan dites, terutama yang memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien Covid-19,” paparnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengajak kepada seluruh komponen bangsa, khususnya yang berada di Kebumen bahwa kondisi ini menjadi tanggung jawab bersama. Maka dibutuhkan kontribusi atau partisipasi dari semua pihak agar berbagai bidang pulih. “Covid itu nyata, ada dan waspada. Bersama, pasti kita bisa,” ucap Imam.

Dimulai dari langkah kecil dengan selalu gunakan masker setiap keluar rumah atau bertemu orang lain, menjaga jarak dan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain selalu cuci tangan, istirahat yang cukup, rutin olahraga, serta konsumsi makanan seimbang. “Mari selalu berfikir positif dan tak lupa berdzikir serta berdo’a kepada Allah SWT agar kita selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan ini,” tuturnya.


Arif Widodo / K5

Tinggalkan Balasan