foto - istimewa

SM Network – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan masih hidup, namun ia berada di tempat persembunyiannya dengan berbagai spekulasi.

Nah, spekulasi lain beredar, jika Kim Jong Un bersembunyi di tempat persembunyiannya yang mewah dalam waktu lama pasti ia membawa gundik-gundiknya. Kim diduga sedang bersembunyi di kota pelabuhan Wonsan, Korea Utara.

Selain kemunculannya kembali, Kim Jong Un bersama wanita penghibur membuatnya menjadi trending. Mereka adalah wanita-wanita cantik yang menjadi penghibur seks rahasia pada tahun 2015.

Kondisi Kim sendiri kini tetap menjadi misteri. Beberapa laporan mengatakan dia melarikan diri ke sebuah resor mewah di kota pelabuhan yang terletak di sepanjang sisi timur Semenanjung Korea. Ia bersembunyi untuk menghindari pandemi virus corona.

“Berada di dalam dinding istananya yang sangat terlindungi, Pleasure Squad-nya menyediakan hiburan bagi pejabat tinggi Korea Utara,” lapor surat kabar itu.

Kim Jong Un Punya Syarat bagi Selir yang Melayaninya, Salah Satunya Incar Gadis Perawan
Kim Jong Un Punya Syarat bagi Selir yang Melayaninya, Salah Satunya Incar Gadis Perawan (independent.co.uk)

“Harem (wanita penghibur) dengan 2.000 orang semuanya cantik, bisa bernyanyi dan menari untuk kaum elit Korut.

“Mereka bangsa juga bisa mengambil bagian dalam permainan seks dan pesta pora yang aneh.”

Beberapa anggota pleasure Squad dikatakan masih berusia 13 tahun. Mereka dikeluarkan dari sekolah dan dipaksa menjadi pekerja seks.

Gadis-gadis itu harus menjalani pemeriksaan medis untuk membuktikan bahwa mereka perawan sebelum mereka dapat bergabung. Kelompok wanita penghibur atau Kippumjo dimulai pada masa pemerintahan pendiri Korea Utara, Kim Il-sung.

Pada masanya ia dianggap sebagai Presiden Abadi meskipun meninggal dunia pada tahun 1994. Pada akhir 1970-an, di puncak kekuasaannya, ia mengutus pejabatnya untuk menjelajahi negara mencari para wanita dan gadis muda yang paling menarik.

Mereka akan dibentuk sebagai penyanyi dan penari. Beberapa dari bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tetapi sebagian besar menjadi “wanita penghibur” bagi para pejabat Korut dekat kekuasaan.

Kala itu Kim Il-sung percaya dengan berhubungan seks dengan para gadis muda memungkinkan dia untuk menyerap “ki” atau kekuatan hidup gadis-gadis itu.

Pihak berwenang akan memberi tahu orangtua gadis-gadis itu bahwa anak perempuan mereka berada dalam misi penting untuk melayani Kim Il-sung.

Para orangtua tentu saja tak memiliki suara dalam masalah ini alias tak berdaya. Belakangan, para perwira militer Korea Utara sering mengambil perempuan sebagai istri setelah mereka “pensiun”.

Kenji Fujimoto, seorang koki sushi yang bekerja untuk Kims antara 1989 dan 2001, mengklaim bahwa saudara laki-laki Kim Jong-il, Jang Song Thaek, yang “mengaudisi” anak perempuan untuk diktator.

“Jika mereka penyanyi, mereka akan bernyanyi di sana,” kata Fujimoto kepada NK News.

“Akan ada audisi terpisah untuk penari. Panel akan meminta mereka untuk mengangkat kaki dan semua itu. “

Si juru masak berkata untuk mendapatkan audisi, gadis-gadis harus berhubungan seks dengan Jang Song Thaek terlebih dahulu. Memurut Wikipedia, Kippumjo atau Gippeumjo adalah sebuah tuduhan pengumpulan kelompok wanita sekitar 2.000 wanita.

Mereka dibentuk untuk menyediakan kesenangan, terutama dalam hal seksual, dan hiburan untuk para pejabat Partai Buruh Korea  serta secara khusus para tamu istimewa.

Surat kabar South Korea Chosun Ilbo menulis bahwa kelompok tersebut yang dipakai untuk dimajukan kepada ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il.

Kelompok itu dibubarkan setelah kematian Kim tua pada Desember 2011. 

Menurut surat kabar tersebut, wanita yang bekerja sebagai penghibur meraih sejumlah uang sebesar hingga 4,000 dolar AS kala itu sebelum pulang ke kampung halaman mereka.

Kim Muncul Kembali

Sementara itu Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan bahwa Kim Jong Un, tampak hadir dalam pembukaan pabrik pupuk dan melakukan pemotongan pita.

Pada Jumat 1 Mei 2020 foto tampak pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, (di tengah), sedang memotong sebuah pita selama kunjungannya ke sebuah pabrik pupuk di Pyongan Selatan, Pyongyang, Korea Utara. Kim membuat penampilan publik pertamanya sejak 20 hari absen. Dia merayakan penyelesaian pabrik pupuk baru. Media pemerintah Korea Utara mengatakan pada Sabtu, 2 Mei 2020, mengakhiri rumor global yang mengatakan dia sakit parah. Wartawan independen tidak diberi akses untuk meliput peristiwa yang digambarkan dalam gambar didistribusikan oleh pemerintah Korea Utara ini. Konten gambar ini disediakan dan tidak dapat diverifikasi secara independen. Tanda air berbahasa Korea pada gambar yang disediakan oleh sumber berbunyi: KCNA yang merupakan singkatan dari Korean Central News Agency.
Pada Jumat 1 Mei 2020 foto tampak pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, (di tengah), sedang memotong sebuah pita selama kunjungannya ke sebuah pabrik pupuk di Pyongan Selatan, Pyongyang, Korea Utara. Kim membuat penampilan publik pertamanya sejak 20 hari absen.  (Kantor Berita Pusat Korea / Layanan Berita Korea via AP)

Orang-orang di pabrik tersebut juga dikabarkan sangat gembira menyambut kehadiran pemimpin tertinggi tersebut. Dikutip dari BBC, kemunculan Kim Jong Un dikabarkan setelah terakhir dia tampak pada 12 April lalu dan dispekulasikan telah meninggal dunia karena kesehatannya.

Meski begitu, laporan terakhir dari media Korut ini masih belum bisa dikonfirmasi secara independen. Media itu juga merilis beberapa foto yang menunjukkan Kim sedang memotong pita di luar pabrik.

Foto itu dirilis dari harian Rodong Sinmun yang menunjukkan Kim menghadiri upacara peresmian pabrik pupuk pada Jumat (1/5/2020) didampingi adiknya, Kim Yo Jong.

Media KCNA mengabarkan bahwa Kim dan beberapa pejabat senior Korut termasuk adiknya, Kim Yo Jong, tengah menghadiri sebuah peresmian pabrik di wilayah utara Pyongyang.

Orang-orang yang hadir bersorak gembira, “Hura!” kepada Kim Jong Un.

Seorang profesor dari kajian internasional di Universitas Ewha, Seoul, Korea Selatan memberikan pendapatnya terkait foto terbaru pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un yang dirilis media Korut.

“Jika foto kemunculan Kim itu otentik, satu pelajaran (yang dipetik) adalah dunia semestinya lebih mendengar pemerintah Korea Selatan dan mengurangi sumber-sumber anonim dan rumor sosial media,” ujar profesor Leif-Eric Easley.

Ucapan Easley itu merujuk pada berita terbaru tentang kemunculan Kim Jong Un yang dilaporkan media Korea Utara.

Media yang belum bisa dikonfirmasi secara independen itu merilis foto Kim sedang memotong pita merah saat peresmian pabrik pupuk baru. Sementara itu, dikutip dari AFP, menurut Easley, dunia masih belum siap dalam menghadapi ketidakstabilan di Korea Utara.

“Washington, Seoul dan Tokyo perlu koordinasi ketat dalam perencanaan yang mempertimbangkan kemungkinan suatu peristiwa,” ujar Easley.

Sebelumnya, Kim Jong Un dirumorkan sakit dan menjalani operasi kardiovaskular bulan lalu. Sebuah sumber anonim di negara Korea Utara mengatakan Kim menjalani operasi karena membutuhkan perawatan mendesak akibat kebiasaan merokok yang berat, obesitas dan kelelahan.

Selepas itu, CNN melaporkan bahwa Washington memantau intelijen yang mengatakan kondisi Kim dalam keadaan kritis pasca jalani operasi berdasarkan sumber pejabat AS anonim.