SM/Raditia Yoni Ariya - JALANI PEMERIKSAAN: Siswa SMA 1 Temanggung yang baru pulan dari Bali menjalani pemeriksaan dari petugas kesehatan, di halaman Gedung Pemuda, Senin (16/3).

TEMANGGUNG, SM Network – Sebanyak 289 siswa-siswi SMA 1 Temanggung, 15 guru, dan 14 orang dari biro wisata menjalani screening atau pemeriksaan kesehatan dari tim medis. Pasalnya, mereka baru saja pulang study tour dari Pulau Bali. Hal itu sebagai langkah antisipasi terhadap maraknya penyebaran covid-19 atau virus korona.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Khabib Mualim, mengatakan, begitu keluar dari bus, di halaman Gedung Pemuda mereka langsung berbaris satu persatu guna disemprot cairan disinfektan, dan pengecekkan suhu tubuh oleh tim dokter. Penyemprotan tidak hanya dilakukan pada tubuh tapi juga pada barang-barang bawaan mereka.

“Seluruh orang dalam rombongan melakukan pemeriksaan suhu tubuh oleh dokter dari Dinas Kesehatan dan penyemprotan disinfektan. Hasil pemeriksaan seluruhnya dalam kondisi sehat dan diperbolehkan pulang, petugas medis juga membagikan sejumlah obat kepada siswa,”ujar, Senin (16/3).

Kendati diperbolehkan pulang, namun semua orang dalam rombongan SMA 1 Temanggung ini akan terus dipantau kesehatannya selama 14 hari ke depan. Kepada mereka juga diwanti-wanti untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Hal itu untuk menjaga keamanan bersama, mengingat situasi saat ini sedang tidak kondusif. Apalagi kemudian hari di antara mereka ada yang megalami gejala panas, demam, batuk, diminta memeriksakan diri ke rumah sakit.

Rombongan SMA 1 Temanggung sendiri melakukan kegiatan study tour ke Pulau Dewata berangkat pada Jumat (13/3) dan sesuai jadwal semestinya pulang Selasa (17/3). Akan tetapi karena merebaknya korona mereka diminta untuk mempercepat kepulangan, dan sampai di Temanggung Senin (16/3).

Selain itu, pada hari yang sama petugas dari BPBD dan PMI Temanggung melakukan penyemprotan juga di berbagai titik. Antara lain, Masjid Agung, kompleks Kantor Sekda Kantor Bupati, Bappeda, SMK 2 Temanggung, Pendapa Pengayoman, Kejaksaan Negeri, Rumah Dinas Wakil Bupati, Rumah pribadi Bupati di Desa Greges Kecamatan Tembarak, TK Istikomah Greges, dan Gereja Shekinah.

Kabid Pelayanan Masyarakat PMI Temanggung Andi Purwanto menuturkan, kegiatan penyemprotan merupakan bagian dari upaya pencegahan merebekanya penyebaran virus korona.

“Disinfektan kita semprotkan di sejumlah fasilitas umum dan fasilitas khusus. Contohnya seperti dilingkunga Sekda, Masjid Agung dan perkantoran lainnya. Bagi masyarakat yang ingin melakukan penyemprotan disinfektan bisa menghubungi PMI Temanggung,”katanya.


Raditia Yoni Ariya

3 KOMENTAR