SM/Amelia Hapsari - MENUNJUKKAN BUKTI : Juru bicara tim sukses DWS-ACH, Kari Tri Aji menunjukkan bukti dugaan pepenyalahgunan bansos Covid-19 untuk kepentingan Pilkada Sleman.

SLEMAN, SM Network – Kasus dugaan penyalahgunan bansos Covid-19 untuk kepentingan Pilkada di Sleman telah dilaporkan ke Bawaslu setempat, dan KPK RI. Tindak lanjut atas laporan itu, Selasa (8/12), tim pemenangan Danang Wicaksana Sulistya-Agus Choliq (DWS-ACH) mendatangi Mapolres Sleman untuk menyampaikan permohonan perlindungan saksi.

“Kami meminta kepolisian memberikan perlindungan kepada para saksi. Kami khawatir ada tindak kekerasan terhadap saksi yang sudah diajukan ke Bawaslu,” ungkap juru bicara tim sukses DWS-ACH, Kari Tri Aji.

Saat melapor ke Bawaslu sehari sebelumnya, tim mengajukan dua nama sebagai saksi. Mereka adalah warga sekitar tempat kejadian di Dusun Nyamplung, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping. “Saat lapor kemarin, Bawaslu minta saksi sebanyak-banyaknya. Kami sanggup saja asal saksi dilindungi,” tukasnya.

Pihak intern tim sendiri telah melakukan upaya perlindungan, dengan menempatkan orang untuk mengawasi lingkungan sekitar tempat tinggal saksi. Namun diharapkan tetap ada perlindungan dari aparat resmi negara supaya keamanan saksi terjamin.

Terpisah, anggota Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar menjelaskan dalam hal perlindungan saksi, pihaknya menerapkan kerahasiaan identitas. “Kami tidak akan mempublikasi identitas saksi maupun pelapor,” tandasnya.
Sesuai aturan, jumlah saksi minimal dua orang. Sebab jika hanya satu orang yang diajukan menjadi saksi, belum bisa dianggap sebagai sebuah keterangan. Karena itu harus ada penguatnya.