SM/Aris Himawan - CEK KESEHATAN : Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Hj Fatimah Verena Prihastyari melakukan cek kesehatan di rumah sakit Budi Sehat Purworejo.

PURWOREJO, SM Network – Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Hj Fatimah Verena Prihastyari Agus Bastian mengajak TP PKK untuk mencegah penyakit hepatitis, melalui pola hidup sehat. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan mengajak lingkungan.

“Pengurus dan anggota PKK supaya bisa sebagai role model menjaga kesehatan,” kata Fatimah pada kegiatan sosialisasi Kenali dan Cegah Penyakit Hepatitis, yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan Rumah Sakit Budi Sehat, kemarin.

Kegiatan yang digelar di Kantor PKK itu dihadiri Wakil Ketua Dra Erna Setyowati Said Romadhon, dr Padmi Bektilestari Sp PD sebagai narasumber, dan sejumlah pengurus PKK Kabupaten.

Fatimah menyambut positif dilaksanakannya sosialisasi ini sebagai upaya pencegahan penyakit. Apalagi aktifitas pengurus PKK sangat padat, sehingga dibutuhkan stamina yang sehat.

“Saya berharap pengurus dan anggota PKK juga menyampaikan pencegahan penyakit hepatitis kepada masyarakat dilingkungannya, tentunya tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Menurutnya, PKK merupakan satu keluarga, satu rumah tangga yang tidak bias dipisah-pisahkan, maka satu dengan lainnya saling melengkapi dan saling mendukung. Masing-masing bidang baik sekretariat, bendahara, dan pokja supaya mengetahui juga kegiatan bidang dan pokja yang lain.

“Termasuk adanya kegiatan sosialisasi pencegahan hepatitis ini, meskipun ini kegiatnya Pokja IV, tapi yang lain juga harus mengetahui,” tandas Fatimah.

Sementra itu dr Padmi Bektilestari memaparkan materi mengenai pengertian Hepatitis yang berarti peradangan pada organ hati atau di masyarakat sering disebut sakit kuning, tapi tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati.

Penyebab Hepatitis berasal dari virus atau non virus (obat-obatan, alkohol, autoimun). Indonesia sendiri menduduki peringkat ketiga penderita hepatitis terbanyak di dunia setelah India dan China. Terdapat sekitar 30 juta orang penderita hepatitis B dan C.

“Bagi yang sudah terinfeksi tidak diperbolehkan donor darah, organ atau jaringan jika menderita hepatitis B/C dan menjaga agar orang lain tidak terkena darah dan cairan tubuh penderita hepatitis,” imbuhnya.

Secara terpisah Erna Said mengatakan sosialisasi ini sangat penting untuk mnengatahui lebih dini sehingga bisa dilakukan pencegahan. Bahkan pada sosialisasi ini juga disediakan pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan tensi darah, pemeriksaan kadar gula darah, berat badan, dan lainnya. Kerjasama ini akan terus ditinglkatkan dengan menggandeng instansi lain.