Ketua DPRD: Memang Ada Ketimpangan Pembelian Pabrik

TEMANGGUNG, SM Network – Hingga memasuki pertengahan September 2020 atau masa akhir panen raya tembakau harga komoditas andalan Kabupaten Temanggung ini masih tak beranjak.

Rendahnya harga sangat dikeluhkan para petani karena terancam merugi. Warsidi dari paguyuban Mangku Praja (kepala desa) yang mewakili warga petani mengatakan, harga tembakau sejak awal panen di 2020 memang rendah jika naik turun tidak begitu signifikan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dinamikanya lebih hidup, karena pembelian dari dua pabrikan besar, yakni PT Gudang Garam dan PT Djarum begitu kompetitif.

“Sekarang harga tidak beranjak segitu-gitu aja, sehingga tidak bisa menutup biaya tanam. Kalau kami istilahkan harganya hanya di kisaran ‘papat lima’, ‘polsek’ alias pol-pole seket’ (Rp 45 ribu paling banyak Rp 50 ribu. Djarum itu membelinya baru-baru saja,”ujarnya di sela-sela mengunjungi perwakilan pabrikan rokok di Temanggung bersama pimpinan DPRD, Jumat (18/9).

Oleh karena itu, pihaknya mendesak kepada pabrikan supaya meningkatkan harga beli setidaknya petani bisa menangguk keuntungan. Sebab tembakau menjadi harapan terakhir setelah sebelumnya sayur mayur harganya hancur dan tidak laku di pasaran.

Ketua DPRD Yunianto menuturkan, dari sidak yang dilakukannya ke sejumlah gudang perwakilan PT Gudang Garam dan PT Djarum memang dilihatnya ada ketimpangan. Pembelian dua pabrikan tersebut tidak seimbang sehingga tidak ada kompetisi harga atau tidak ada peningkatan. Selain itu memang karena dampak dari pandemi Covid-19.

“Kita silaturahmi ke Gudang Garam ke Djarum setelah menerima aspirasi masyarakat pertembakauan yang diwakili para kepala desa. Pembelian rendah harga menurun, adanya sisa waktu ini kita minta maksimalkan untuk pembelian tembakau Temanggung yang berkualitas maka korelasinya pembelian dan harga harus bagus,”katanya.

Menurut dia, sangat riskan jika nantinya tembakau Temanggung tidak terbeli oleh pabrikan, terlebih saat ini sudah di masa akhir panen raya. DPRD pun mendesak kepada dua pabrikan besar agar mengakomodir permintaan petani tembakau Temanggung.

Perwakilan PT Gudang Garam di Temanggung Tjong They atau Hartanto menuturkan, sampai saat ini masih terus melakukan pembelian. Soal harga dia mengatakan asal kualitas baik pasti dibeli dengan harga tinggi. Tapi diakuinya karena faktor cuaca kualitas tembakau kurang begitu baik.

Perwakilan PT Djarum di Temanggung Hendro menuturkan, pihaknya juga masih melakukan pembelian bahkan per hari bisa mencapai 1.000 keranjang. Tidak hanya milik mitra saja, tapi tembakau milik petani di luar mitra juga dibeli jika memang kualitasnya bagus.

Tinggalkan Balasan