Ketersediaan Ruang Isolasi di Sleman Tersisa 30 Persen

SLEMAN, SM Network – Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sleman mencapai 58 orang. Dua puluh empat pasien diantaranya masih dirawat di rumah sakit sedangkan 30 orang telah dinyatakan sembuh. Angka itu dimungkinkan terus bertambah, mengingat terdapat dua klaster besar penyebaran virus corona di wilayah Sleman yakni jamaah tabligh dan Indogrosir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman juga sedang gencar melakukan rapid diagnostic test (RDT) terhadap potensi dua klaster besar itu.

Rapid test massal bahkan dilakukan terhadap pengunjung Indogrosir. Pemeriksaan massal ini berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (12/5) sampai dengan Kamis (14/5). Hasil tes akan langsung diumumkan sore harinya. “Kami akan kejar betul agar tidak ada yang ketinggalan. Bagi peserta rapid test yang hasilnya reaktif, tim gugus akan jemput bola ke alamat masing-masing kemudian dibawa ke Asrama Haji untuk isolasi,” papar Bupati Sleman Sri Purnomo disela pantauan pelaksanaan RDT massal di GOR Pangukan, Selasa (12/5).
Dari kuota 1.500 peserta, tidak semua terisi. Hingga batas akhir pendaftaran hanya 1.442 pengunjung Indogrosir yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti rapid test.

Menghadapi kemungkinan lonjakan jumlah pasien, Dinkes Sleman telah menyiapkan langkah down grade. Berdasar data, ketersediaan ruang isolasi rumah sakit di luar RSUP Sardjito ada 117 kamar. Ruang isolasi ini tersebar di 11 rumah sakit rujukan sebanyak 77 bed, dan 13 rumah sakit intermediate sejumlah 40 bed.

“Saat ini sudah terisi 81 bed atau sekitar 70 persen,” ungkap Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo.
Adapun, langkah down grade yang disiapkan untuk mengatasi kendala ruang isolasi yakni dengan memindahkan orang tanpa gejala (OTG) reaktif hasil RDT yang selama ini dirawat di rumah sakit intermediate ke Asrama Haji. Sehingga, rumah sakit bisa difokuskan untuk perawatan ODP, PDP, dan pasien positif.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan