Kesulitan Pemasaran, Perajin Gerabah Gebangsari Dilatih Strategi Marketing

KEBUMEN, SM Network – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) termasuk para perajin gerabah di Desa Gebangsari, Kecamatan Klirong, Kebumen masih terkendala dalam memasarkan produknya. Melihat kenyataan itu, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Putra Bangsa Kebumen melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat menggelar pelatihan penerapan strategi marketing berbasis inovasi bagi para perajin gerabah.

Pelatihan yang Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional itu dilaksanakan STIE Putra Bangsa di Galeri Gerabah Desa Gebangsari, Rabu (12/8/2020). Dua narasumber dihadirkan yakni pakar manajemen marketing sekaligus dosen STIE Putra Bangsa Dr Sigit Wibawanto SE MM dan Praktisi Bisnis Nasional Joko Fitra MSc MM.

Joko Fitra memaparkan bahwa pada umumnya marketing dimaknai sempit yakni transaksi. Padahal kunci marketing yang tepat yakni gaungkan iklan dulu sebelum mencari transaksi. Hingga kini pada umumnya marketing masih dilaksanakan dengan sangat sederhana yakni memasang foto produk di Facebook yang disertai dengan harga. Padahal seharusnya tidak seperti itu.

Menurut Joko keinginan yang kuat untuk cepat mencapai transaksi justru akan menjadi penghambat bagi tercapainya transaksi. Untuk itu hal terpenting yakni mengiklankan produk. Artinya memberi informasi kepada masyarakat terkait produk tersebut. Informasi atau iklan tersebut harus masif dilaksanakan.

“Dengan demikian akan banyak pihak yang tertarik. Setelah itu secara otomatis akan terjadi transaksi,” katanya.
Joko juga mengingatkan pentingnya penggunaan media sosial secara terintegrasi dan terpadu. Dalam hal ini Facebook atau Instagram merupakan media yang sangat tepat untuk mengenalkan atau menginformasikan produk.

Sedangkan website berfungsi untuk menjelaskan rinci dengan deskripsi produk tersebut. Sama dengan Website, Youtube menjelaskan secara visual. Sedankan Whatsapp untuk melakukan transaksi.
“Dengan terpadu seperti itu marketing akan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Inovasi Produk

Sedangkan Sigit Wibawanto menjelaskan tentang pentingnya inovasi produk. Dia mendorong perajin gerabah di Desa Gebangsari terus melakukan inovasi. “Sehingga produknya akan berbeda dengan yang lain dan tentunya akan dicari oleh para konsumen,” ujarnya.

Ketua Tim Pengabdian Dani Rizana MPd MM menyampaikan, sebelumnya telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan para perajin gerabah. FGD Digelar untuk menggali permasalahan-permasalahan perajin khususnya di bidang marketing.

Dalam FGD tersebut diketahui marketing masih menjadi persoalan. Untuk itulah program pelatihan penerapan strategi marketing berbasis inovasi dilaksanakan. Melalui pelatihan tersebut memberi masukan atas permasalahan yang didiskusikan sebelumnya. “Dengan ini diharapkan pelaku UMKM dapat memahami marketing, sehingga dapat memasarkan produknya dengan baik,” tuturnya.


Supriyanto

Tinggalkan Balasan