Kesal Taruhan Pilkades Dibatalkan, Mobil Dibakar

TEMANGGUNG, SM Network – Kasus pembakaran mobil Honda Jazz warna hitam milik Supriyono (38), di Dusun Santren, Desa Glapansari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, pada 10 Januari 2020 pasca Piklkades, silam berhasil diungkap. Polisi menangkap dua pelaku masing-masing adalah Sungkono (39), dan Widi Triyoko (19).

Kasatreskrim Polres Temanggung AKP M Alfan Armin mengatakan, latar belakang pembakaran mobil bernomor polisi H 9276 EM karena kesal. Pelaku nekat membakar kendaraan itu menggunakan bensin lantaran tersinggung dengan korban yang secara sepihak membatalkan kesepakatan taruhan judi pada saat ada ajang pilkades di desanya.

“Tersangka membakar mobil korban menggunakan bensin, setelah tersangka merasa tersinggung karena taruhan dalam pilkades dibatalkan oleh korban. Tapi sebelumnya memang para pelaku sudah ada unsur rasa tidak suka dengan perilaku korban,”ujarnya kemarin.

Adapun kronologi kejadiannya bermula pada Jumat (10/1), sekitar pukul 22.00, di mana korban Supriyono sedang beristirahat di dalam rumahnya. Akan tetapi dia kaget karena tiba-tiba mendengar suara ledakan dan saat korban memeriksa keadaan ternyata mobil Honda Jazz miliknya di halaman luar sudah dalam keadaan terbakar.

“Korban kemudian secara spontan berteriak meminta tolong sehingga warga pada datang dan melakukan pemadaman api. Meski api bisa dipadamkan tapi beberapa bagian mobil sudah hangus. Atas kejadian ini korban mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta,”katanya.

Dikatakan Alfan, setelah mendapat laporan dari korban, selanjutnya tim dari Satreskrim Polres Temanggung, Polsek Parakan dan Tim Resmob Polda Jateng dibentuk untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang perkara ini. Setelah mendapatkan alat bukti yang cukup, tim berhasil mengamankan tersangka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka Sungkono, mengaku jengkel, karena taruhan siapa yang menang Pikkades dibatalkan sepihak. Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan taruhan sepeda motor trail Kawasaki KLX. Kejengkelan itu mendorong timbulnya niat jahat di benak pelaku untuk melakukan pembakaran.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa jerigen bekas dalam kondisi terbakar, ember kecil, kain sisa terbakar, korek gas, sandal milik tersangka Sungkono yang tertinggal di TKP, dan pakaian yang dikenakan tersangka saat melakukan aksi pembakaran. Tersangka dijerat Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya 12 tahun penjara.


Raditya Yoni A

Tinggalkan Balasan