SM/Amelia Hapsari - CEK TALUD : Petugas mengecek talud embung Tambakboyo Sleman yang ambrol, Jumat (12/3).

SLEMAN, SM Network – Kerusakan talud embung Tambakboyo di Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman meluas. Hasil pantauan Suara Merdeka di lokasi, Jumat (12/3), tampak pula kerusakan talud di bagian selatan bangunan embung. 

Menurut salah satu warga Mancasan RT 4 RW 15, Ira (35),  talud sisi selatan yang retak sudah terdeteksi sejak Desember 2020. “Saya sudah lapor ke petugas keamanan embung. Harapannya  segera diperbaiki karena bisa mengancam jalan dan rumah warga jika sampai ambrol,” katanya.

Rumahnya sendiri hanya berjarak kurang lebih 5 meter dari talud yang mulai retak. Dia mengungkapkan, sejak pertama kali teramati pada akhir tahun lalu, rekahan dinding talud saat ini semakin lebar.

Ira mengaku was-was tiap kali hujan deras turun. Dikhawatirkan kondisi serupa dengan talud sisi barat yang sudah terlebih dulu runtuh akan kembali terulang. “Kebetulan waktu talud ambrol, saya sedang menyapu di teras sehingga melihat kejadiannya,” kata Ira.Dia menuturkan, ambrolnya bangunan penguat struktur tebing itu berbarengan hujan deras, Kamis (11/3) sekira pukul 14.00 WIB.

Tebing yang longsor mulanya dari bagian bawah kemudian disusul sisi atas. “Saya melihat ada aliran air dari celah batu. Tidak berselang lama, taludnya ambrol,” ucap dia.Keretakan bangunan sisi bawah sebenarnya sudah terlihat sejak dua minggu lalu. Beruntung saat kejadian tidak ada pengunjung di warung yang letaknya tepat berada diatas talud.

Pada Jumat (12/3), tim dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) telah mengecek lokasi. Penjaga embung Tambakboyo, Ringgih Sabungsari menjelaskan, kerusakan talud disebabkan volume air tampungan yang terlampau besar. “Tidak terbendung karena volumenya besar sekali sehingga talud tidak kuat menahan,” ujar Ringgih.

Untuk dimensi kerusakan talud, pihaknya belum dapat memastikan karena masih dalam proses pengukuran. Dia mengakui sebelumnya memang sudah ada titik retak, namun dinilai masih wajar karena ukurannya hanya kecil.Dalam waktu dekat, BBWSSO akan mengupayakan perbaikan talud tersebut. Selama menunggu proses, warga diimbau tidak beraktivitas di sekitar area bangunan yang rusak karena beresiko longsor.