Kerugian Telaga Warna Capai 20 Juta Per Hari

WONOSOBO, SM Network – Kondisi sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo termasuk yang terpukul paling parah dari adanya pembatasan pergerakan warga di masa pandemi Covid-19 saat ini. Bahkan, objek wisata (Obwis) seperti Telaga Warna di Dieng yang biasa dipadati pengunjung saat hari libur tiba bisa merugi sampai Rp 20 juta per hari.

Pengelola Telaga Warna Dieng, Agus Purnomo mengatakan, pada hari-hari biasa di liburan Idul Fitri jumlah pengunjung di Obwis Telaga Warna bisa mencapai 7.000 hingga 10.000 orang per hari, sehingga dari sisi retribusi saja, ada potensi kerugian tak kurang dari 15 sampai 20 Juta rupiah per harinya.

Sejumlah pelaku wisata, seperti pramuwisata dan para pedagang yang biasa berjualan di Telaga Warna pun diakui Agus sudah mulai menyuarakan kegelisahan, karena kepastian waktu pembukaan kembali tidak ada kejelasan. Padahal sebagian besar dari mereka, menurut Agus menggantungkan perputaran ekonomi keluarga dari aktifitas di objek wisata di seputar kawasan Dieng. “Kalau dihitung kerugian secara materi, jelas sangat besar karena masa pandemi ini juga melewati salah satu puncak panen wisatawan di masa liburan Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.

Tak hanya para pelaku wisata yang menurut Agus berupaya keras bertahan di masa pembatasan sosial seperti saat ini. Para wisatawan pun disebutnya sudah banyak yang berupaya untuk bisa mengunjungi Telaga Warna, meski mengetahui pintu masuk ditutup rapat dan dijaga petugas.

“Akhirnya banyak pengunjung yang saya lihat berswa foto di tengah jalan, dengan latar belakang gerbang masuk kawasan Dieng Plateu,” terang Agus. Para wisatawan yang rata-rata anak muda tersebut, menurutnya datang dari luar Kota untuk menuntaskan rasa penasaran mereka ingin mengetahui apakah kawasan Dieng sudah dibuka kembali atau belum.

Terkait wacana kebijakan new normal dirinya mengaku tengah mempersiapkanya untuk kembali membuka diri bagi kunjungan wisatawan. Pembatasan jumlah pengunjung, penegakan aturan terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID19 seperti kewajiban mengenakan msaker bagi pengunjung serta penyediaan fasilitas cuci tangan maupun hand sanitizer, hingga penerapan social dan physical distancing saat berselfie di objek wisata pun bakal menjadi tata tertib baku di Obwis tersebut.

Tak hanya di Dieng, persiapan menuju new normal juga ditunjukkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Gunung Lanang di Desa Mergolangu, Kecamatan Kalibawang. Di obwis desa tersebut, sejumlah pengelola tetap berjaga dan secara rutin membersihkan kawasan wisata yang populer karena pemandangan indah dari ketinggian lebih dari 1200 MDPL itu. Camat Kalibawang, Sukamto Adi Supriyatno mengatakan, sampai saat ini Gunung Lanang masih tertutup untuk kunjungan wisatawan, namun demikian seluruh komponen yang terlibat dalam pengelolaan obwis desa senantiasa bersiap apabila sewaktu-waktu pemerintah memberlakukan protokol baru di sector pariwisata.


Adib Annas M

Tinggalkan Balasan