Kereta Api Indonesia Siapkan Skenario The New Normal

YOGYAKARTA, SM Network – Pandemi Covid-19 masih berlangsung secara global termasuk di Indonesia dan belum ada kepastian kapan berakhir. Perseroan Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia (Persero) tengah menyiapkan skenario The New Normal di lingkungan kereta api sebagai tindak lanjut arahan Menteri BUMN melalui surat dengan nomor S-336/MBU/05/2020 pada 15 Mei 2020 perihal Antisipasi Skenario The New Normal BUMN.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan protokol untuk mengantisipasi skenario penerapan The New Normal di KAI,” ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo melalui siaran pers-nya yang diterima SM Network Merdeka, Senin (18/5).

Didiek menjelaskan, protokol tersebut akan mengatur langkah-langkah dan tahapan yang akan diterapkan oleh KAI dalam menyambut The New Normal yang akan dimulai pada 25 Mei nanti.

Selain protokol untuk pelayanan kepada pelanggan, protokol juga akan mengatur pekerja berusia di bawah 45 tahun untuk masuk kantor seperti biasa namun tetap memperhatikan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masing-masing wilayah kerja.

“Meskipun sebagian karyawan yang berusia di atas 45 tahun masih WFH (Work From Home), termasuk pembagian WFO (Work From Office) secara bergantian dan disiplin phisycal distancing, namun kami tetap berkomitmen untuk menjaga produktifitas seluruh pekerja KAI,” paparnya.

Didiek mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih fokus pada layanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) di Jawa, KA Lokal, KRL, dan KA Angkutan Barang. Hal tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab KAI dalam turut serta menangani pencegahan Covid-19. Dalam pengoperasiannya, KAI tetap menjalankan protokol pencegahan Korona yang diawasi Satgas Covid-19 KAI dimana telah terbentuk sejak Maret lalu/

Khusus untuk layanan kereta penumpang, KAI akan tetap mengikuti perkembangan sesuai dengan aturan yang diterbitkan Kementerian Perhubungan selaku regulator perkeretaapian.

“Dalam masa pandemi seperti ini, KAI berkomitmen bahwa BUMN sebagai salah satu penggerak perekonomian bangsa harus tetap berjalan dengan tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19,” tandas Didiek.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan