Keraton Agung Sejagad Diadukan ke Polisi

PURWOROREJO, SM Network – Menyikapi kemunculan Keraton Agung Sejagad, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Purworejo, yang meliputi Bupati, DPRD, Kapolres, Komandan Kodim, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan Negeri, menggelar rapat penganganan masalah sosial, Selasa (14/1), di Ruang Begelen, Komplek Kantor Bupati Purworejo.

Bupati Purworejo, yang diwakili Asisten 3 Setda, Pram Prasetya, usai rapat mengatakan, pemerintah daerah akan meminta klarifikasi serta melakukan pemeriksaan terkait keberadaan kelompok yang menamakan diri sebagai Keraton Agung Sejagad.

“Keraton Agung Sejagad disebut sebagai organisasi juga belum ada legal standingnya, sedangkan kalau bukan organisasi, tetapi mendirikan kerajaan. Kami (forkompinda) sudah berkoordinasi untuk segera mengambil tindakan, mengingat juga sudah ada keresahan didalam masyarakat,” katanya.

SM/Dok
PERMAISURI: Ratu sekaligus permaisuri Keraton Agung Sejagad, Kanjeng Ratu Dyah Gitarja

Resahkan Masyarakat

Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Toofani, menyambung pernyataan Pram Prasetya, juga membenarkan adanya keluhan dari masyarakat yang telah disampaikan kepada aparat berwajib.

“Hari ini Camat Bayan sudah membuat aduan di Polres Purworejo terkait aktivitas Keraton Agung Sejagad. Lurah setempat (Desa Pogung Jurutengah) juga sudah memberikan keterangan adanya rasa tidak nyaman masyarakat terhadap kelompok tersebut,” ujarnya.

SIKAPI KERATON: Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Purworejo menyatakan akan mengambil sikap terhadap Keraton Agung Sejagad, Selasa (14/1), di Kantor Bupati setempat.

Memberikan keterangan di tempat terpisah, Kepala Desa Pogung Jurutengah, Slamet Purwadi mengatakan, keberadaan Keraton Agung Sejagad di wilayahnya sudah cukup lama. Namun, baru kali ini mereka mendeklarasikan diri secara terang-terangan.

“Itu (Keraton Agung Sejagad) sudah tahunan (keberadaanya) di desa kami. Kalau mereka mau beraktivitas seringnya memberikan pemberitahuan ke desa, namun saya (kepala desa) tidak diundang. Masyarakat sekarang sudah resah dengan kelompok itu,” katanya.

Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan