Kemenkes Akui RS Pendidikan Minim Hasil Penelitian

BANTUL, SM Network- Rumah sakit (RS) yang berstatus sebagai rumah sakit pendidikan juga berkewajiban untuk menelurkan hasil penelitian yang dilakukan tenaga medis mereka disamping kewajiban utama memberikan pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, masih ada sejumlah rumah sakit pendidikan yang minim hasil penelitiannya.

“Beberapa RS yang kami visitasi memang kurang hasil penelitiannya karena kesibukan tenaga medisnya. Efeknya, hasil penelitiannya agak tertinggal. Padahal, hasil penelitian ini juga diperuntukkan bagi rumah sakit dimana mereka bertugas,” papar salah satu surveyor rumah sakit pendidikan dari Kementerian Kesehatan Dr. Else Mutiara Sihotang.

Meski begitu Else memahami kondisi yang dialami rumah sakit pendidikan yang minim hasil penelitiannya. Namun, tak bisa dipungkiri juga setidaknya harus ada jumlah minimal sebuah rumah sakit pendidikan menelurkan hasil penelitiannya.

“Makanya kami terus dorong agar rumah sakit pendidikan ada hasil penelitiannya,” imbuh dia.

Sementara itu meski belum resmi menyandang status sebagai rumah sakit pendidikan berakreditasi namun Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr S Hardjolukito Yogyakarta sudah menjadi lokasi bagi calon-calon dokter untuk bertugas di sana. Bahkan, saat ini RSPAU tengah menunggu hasil verifikasi dari Kemenkes untuk selanjutnya mendapatkan akreditasi rumah sakit pendidikan.

“Tim surveyor sudah ke tempat kami, sudah meneliti dan hasilnya untuk mendapat atau tidak akreditasi sebagai rumah sakit pendidikan baru 3 bulan kedepan,” sambung Kepala RSPAU dr S Hardjolukito Yogyakarta¬†Marsma TNI, dr Djunaidi.

Dia mengakui di rumah sakitnya, jumlah hasil penelitian yang dilakukan dokter masih minim. Dalam kurun waktu dua tahun baru dua penelitian dihasilkan.”Memang ini jadi salah satu kekurangan kami. Karena memang kesibukan tenaga medisnya dalam melayani kesehatan masyarakat sehingga untuk penelitian jadi sedikit dilupakan,” tandas jenderal bintang satu itu.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan