Keluarkan Lava Pijar, Fase Erupsi Gunung Merapi

JOGJAKARTA, SM Network – Guguran lava pijar terpantau terjadi di puncak Gunung Merapi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (5/1/2021) malam dan Rabu dini hari (6/1/2021).

Selasa (5/1), guguran lava pijar teramati dari kamera CCTV Babadan pada pukul 18.47 WIB dan 19.11 WIB. Kemudian Pos Kaliurang mengamati guguran lava pijar dan mendengar suara guguran pada pukul 22.37 WIB dan 23.00 WIB. Sedangkan dalam laporan periode pengamatan 6 Januari 2021 pukul 00.00 WIB – 06.00 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali guguran lava pijar.

SM/Dananjoyo – Keluarkan Lava Pijar, Fase Erupsi Gunung Merapi

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan Gunung Merapi memasuki fase erupsi 2021.

Munculnya titik api diam sejak 31 Desember 2020 hingga fenomena guguran lava pijar dari puncak yang terlihat pertama kali pada 4 Januari 2021 malam menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjadikan Gunung Merapi telah memasuki fase awal erupsi

“gundukan yang diinformasikan dari satelit diduga adalah material baru,” terang Hanik, Selasa (5/1).

Hanik memperkirakan, fase awal erupsi Merapi ini sekaligus menjadi awal indikasi proses intrusi magma yang masih akan terjadi. Perkiraan tersebut berdasarkan data seismik dan deformasi yang tinggi.

“Ini agak berbeda dengan tahun 2006 yang begitu menjelang muncul kubah lava, deformasi sudah berhenti,” jelasnya.

Hanik juga menyampaikan bahwa erupsi eksplosif masih mungkin terjadi setiap saat. Meski pihaknya memprediksi letusannya tak akan lebih besar dari erupsi 2010.

Pihaknya juga belum menaikkan status Merapi dari siaga ke awas. Sebab, peningkatan status gunung berapi itu berdasarkan pada ancaman bahaya erupsi terhadap penduduk.

Sementara dari peristiwa yang terjadi di gunung Merapi, luncuran lava pijar belum mencapai jarak yang membahayakan penduduk.

Gunung Merapi sendiri mulai memuntahkan lava pijar berkali-kali, sejak muncul gundukan yang diduga kubah lava baru di lava 97 puncak gunung berketinggian 2.968 mdpl itu

Secara umum guguran terjadi di sisi barat daya dengan alur sungai Boyong, Bebeng, Krasak, dan Lamat. Jarak luncur maksimal sekitar 400 meter dari puncak.

BPPTKG mengimbau agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, DIY, serta Pemkab Magelang, Boyolali, dan Klaten, Jawa Tengah mulai menyiapkan mitigasi bencana akibat letusan gunung berapi di perbatasan DIY – Jateng tersebut.

“Termasuk menutup sementara aktivitas penambangan pasir yang berhulu di puncak Merapi, dan menghindari aktivitas pariwisata di Kawasan Rawan Bencana III,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan