SM/Dananjoyo : Foto salah satu awak kapal selam KRI Nanggala-402 KLS Isy Gunadi Fajar Rahmanto dibawa oleh keluarga di rumah duka, di Dusun Ngreco RT 3, Seloharjo, Pundong, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (26/4).

JOGJAKARTA, SM Network – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 telah gugur.

Keluarga dari Kelasi Satu (KLS) Kejuruan Isyarat (ISY) Gunadi Fajar Rahmanto yang menjadi salah satu awak kapal selam Nanggala berlapang dada mendengar kabar ini.

Gunadi yang merupakan anak pertama dari pasangan Sunaryo dan Sumiyati ini juga meninggalkan istri yang sedang hamil tua berusia 7 bulan.

“Kita terima dengan hati lapang karena sudah resmi diumumkan pihak pemerintah oleh angkatan laut,” kata Sunaryo (48), di rumahnya di Ngreco, Desa Seloharjo, Pundong, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (26/4).

Sambil menahan isak tangis, Sunaryo menyatakan ikhlas dan legawa jika putra pertamanya harus gugur saat menjalankan tugas negara.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang las ini juga menceritakan bahwa Gunadi gugur di usia 27 tahun. Dia meninggalkan seorang istri bernama Dwi Ari Astanti. Sang istri saat ini tengah hamil 7 bulan, mengandung anak pertama.

Sejumlah kerabat dari TNI AL, guru SMA N 1 Pundong tempat dahulu Gunadi bersekolah turut datang ke rumah duka. Masyarakat pun datang untuk menyampaikan rasa bela sungkawa.

Keluarga mencoba mengikhlaskan dan legowo atas kepergian Gunadi yang gugur menjalankan tugas negara. Rencananya, digelar doa tahlil hingga tujuh hari ke depan untuk ke-53 kru KRI Nanggala yang gugur.