Kekerasan Perempuan Dan Anak Di Wonosobo Masih Tinggi

WONOSOBO, SM Network – Kasus kekerasan pada perempun dan anak di Kabupaten Wonosobo masih tinggi. Unit Pelayanan Informasi Perempuan dan Anak (UPIPA) Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Wonosobo mencatat, sedikitnya terdapat 103 kasus pada 2019. Data UPIPA sepanjang 2019 menunjukkan, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih paling banyak dilakukan yakni sebesar 54 persen.

Ketua UPIPA GOW Wonosobo, Yayuk Sri Rahayuningsih mengatakan, kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Wonosobo seperti gunung es, banyak sekali kasus yang terjadi namun belum dilaporkan ke pihak berwenang. “Kasus kekerasan perempuan dan anak di Wonosobo seperti gunung es, masih sedikit sekali yang terlihat. Bentuk paling menonjol adalah kekerasan seksual sebesar 34 persen, psikis 31 persen, penelantaran 20 persen dan kekerasan fisik sebesar 15 persen,” katanya kepada Suara Merdeka baru-baru ini.

Penegakan Hukum Lemah

Lebih lanjut Yayuk mengatakan, berbagai upaya yang dilakukan untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terhambat oleh beberapa hal, diantaranya penegakan hukum yang lemah, ketergantungan korban pada pelaku, dan belum maksimalnya peran pemerintah dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ketergantungan korban pada pelaku kerap terjadi sehingga kekerasan terus berulang. Belum mandirinya perempuan secara ekonomi menjadi salah satu faktor utama. Pasalnya, meski telah mengalami kekerasan, perempuan masih sangat tergantung pada korban sehingga kekerasan seperti itu terus terulang.

“Selain itu, dukungan masyarakat untuk pemulihan korban kekerasan juga masih minim, masih banyak korban kekerasan yang merasa minder ketika harus kembali ke masyarakat, sebab ia khawatir menjadi perbincangan di masyarakat bahkan disalahkan dalam masyarakat,” tandasnya.

Dari beberapa kasus yang ada, masih banyak masyarakat cenderung menyalahkan korban dan dalam beberapa kasus kekerasan seksual malah justru korban dinikahkan dengan pelaku kekerasan.

Adib Annas Maulana

Tinggalkan Balasan