Kejiwaan Anak Pembunuh Ibu Kandung Akan Diperiksa

TEMANGGUNG, SM Network – Kasus pembunuhan yang didalangi anak kandung terhadap ibunya sampai saat ini masih menjadi buah bibir masyarakat di Kabupaten Temanggung. Lantaran, secara logika tidak masuk akal jika anak tega membunuh ibu yang telah mengandung, melahirkan dan merawatnya, namun kebaikan itu dibalas dengan perbuatan keji. 

Kasatreskrim Polres Temanggung AKP M Alfan Armin mengatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus pembunuhan yang semula di laporkan gantung diri. Terdekat pihak kepolisian akan melakukan pemerkiksaan kejiwaan terhadap tersangka Supangat dan Hidayah Murwati (32). Keduanya tergolong sadis dalam menghabisi nyawa Naruh (75) yang tak lain adalah ibu dari Pangat. 

“Penyidik Reskrim akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka pembunuhan. Pemeriksaan tersebut untuk mengetahui kondisi kejiwaan keduanya guna memastikan duduk persoalan yang sesunggunhnya bagaimana,”katanya kemarin.

Selain itu, penyidik juga akan memintai keterangan saksi-saksi lainnya untuk memperdalam motif pembunuhan tersebut. Hal ini mengingat perihal motif antara pengakuan tersangka Supangat dengan Hidayah yang berbeda. Pangat mengaku melakukan pembunuhan karena ada bisikan sedangkan istrinya menuturkan ada motif ekonomi. 

“Sampai saat ini saksi yang sudah diperiksa ada delapan orang. Kami juga masih terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi tambahan untuk memperdalam motif tersangka. Adapun untuk keperluan rekonstruksi, penyidik kami akan berkoordinasi dengan jaksa penuntuk umum (JPU) terlebih dahulu,”katanya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Dusun Jeketro, Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung digegerkan adanya pembunuhan pada Sabtu (22/8). Kasus ini semula bermula dari laporan adanya orang gantung diri di pohon rambutan. 

Namun setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan dari hasil autopsi kemudian diketahui bahwa ini merupakan pembunuhan. Nenek Naruh meninggal karena dipukul dengan kayu pada bagian belakang kepala sebelah kiri lalu dijerat lehernya dan digantung di pohon rambutan. Kedua tersangka menggantung korban sebagai modus agar terlihat bunuh diri.

Raditia Yoni Ariya/K41

7 Komentar

  1. Like!! Thank you for publishing this awesome article.

  2. Thanks for fantastic info I was looking for this info for my mission.

  3. I used to be able to find good info from your blog posts.

  4. 90893 848105you can have a wonderful weblog here! would you wish to make some invite posts on my weblog? 379117

  5. 411916 253638so significantly wonderful information on here, : D. 806609

Tinggalkan Balasan