Kedua Paslon Bakal Mencoblos, Timses Siapkan Doa Bersama

MAGELANG, SM Network – Kedua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang yang bertarung dalam Pilkada tahun 2020 siap menggunakan hak pilihnya, Rabu (9/12). Mereka bakal mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) di daerah tempat tinggal masing-masing.

Kepastian ini disampaikan Ketua Tim Sukses masing-masing paslon saat dihubungi, Selasa (8/12). Selain menggunakan hak pilihnya, mereka juga direncanakan turut memantau jalannya pesta demokrasi yang digelar serentak di seluruh Indonesia ini.

Ketua Tim Sukses Paslon No 1 (dr M Nur Aziz-KH M Mansyur), Dian Mega Aryani mengatakan, kedua paslon yang diusungnya dipastikan akan mencoblos. Calon Wali Kota Magelang, dr M Nur Aziz direncanakan mencoblos di TPS daerah Tuguran, Kelurahan Potrobangsan, sedangkan calon wakilnya, KH M Mansyur mencoblos di TPS daerah Wates.

“Kesempatan ini tidak akan disia-siakan, beliau-beliau akan mencoblos. Sejauh ini tidak ada persiapan khusus untuk waktu pencoblosan esok hari. Kami hanya akan menggelar doa dan mujahadah untuk kemenangan Paslon Nomor 1,” ujarnya.

Untuk saksi, Dian mengaku, sudah menyiapkan saksi di tiap TPS. “Kami sudah siapkan saksi di tiap TPS untuk terus memantau jalannya proses pencoblosan, jangan sampai terjadi kecurangan yang dapat merugikan kita,” katanya.

Terpisah, Ketua Tim Sukses Paslon Nomor 2 (Aji Setyawan-Windarti), Budi Prayitno menuturkan, kedua paslon yang diusungnya akan menggunakan hak pilihnya di TPS masing-masing. Calon Wali Kota Magelang, Aji Setyawan diagendakan mencoblos di TPS daerah Menowo, Kelurahan Kedungsari, sedangkan calon wakilnya, Windarti Agustina di TPS daerah Nambangan.

“Beliau-beliau sudah siap untuk menggunakan hak pilihnya. Kami partai pengusung juga sudah siap semua, termasuk siapkan saksi dan penggerak pemilih di tiap TPS. Penggerak pemilih tugasnya mengingatkan pemilih untuk segera hadir sesuai undangan dan jam yang tertera,” jelasnya.

Bapak yang akrab disapa Udik itu menyebutkan, dua orang saksi sudah disiapkan di tiap TPS. Meski tidak menjalani rapid test terlebih dahulu, para saksi ini akan dibekali sesuai protokol kesehatan, yakni membawa hand sanitizer, memakai masker/face shield, dan sarung tangan latek.

“Sebenarnya saksi juga penting untuk rapid test dulu dan dibiayai oleh negara, dalam hal ini KPU sebagai penyelenggara Pilkada. Sebab, saksi juga kan bagian dari keabsahan hasil perolehan suara TPS,” paparnya.

Udik yang juga Ketua DPRD Kota Magelang itu mengaku, pernah menyampaikan kepada KPU saat FGD Pilihan Presiden tahun 2019 lalu bahwa, saksi harus dibiayai oleh negara, bukan hanya APK saja yang difasilitas negara.

“Tapi, usulan itu belum dapat terealisasi di Pilkada 2020 ini. Maka, untuk para saksi kita bekali sesuai dengan protokol kesehatan saja,” tandasnya.

Soal persiapan, Udik mengungkapkan, belum ada persiapan khusus, hanya saja ada rencana mendadak di posko sekretariat bersama nanti malam. “Nanti spontanitas saja. Tapi yang jelas kami selalu melakoni DUIT, yakni doa, usaha, ikhtiar, dan tawakkal. Titik akhir kita serahkan kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan