Kecelakaan Jip Berulang, Industri Wisata Perlu Ditata

SLEMAN, SM Network РUntuk kesekian kalinya, jip wisata lava tour mengalami kecelakaan. Pada Juni 2018 silam, insiden dialami sebuah armada jip hingga mengakibatkan salah satu penumpangnya meninggal dunia.

Sebelumnya pada bulan April dan Januari 2018, terjadi pula kecelakaan hingga merenggut korban jiwa. Insiden yang sama kembali terulang pada Rabu (19/2) di ruas Jalan Bebeng-Kaliadem, Cangkringan, Sleman. Akibatnya, lima penumpang yang merupakan pelajar asal Jawa Barat menderita luka-luka.

Menurut Kepala Divisi Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Riset Pustral UGM, Arif Wismadi, peristiwa ini hendaknya dijadikan momentum untuk menata experience economy industri pariwisata di DIY.

“Sebagai suatu bentuk kegiatan wisata, atraksi lava tour sudah sampai pada tingkat pengalaman atau experience economy. Kegiatan ini tidak hanya mengemas aset sebagai komoditas berupa pasir Merapi atau sekedar produk wisata alam,” kata Arif kepada Suara Merdeka, Kamis (20/2).

Wisata tersebut memberikan manfaat terhadap jumlah kunjungan, dan lama tinggal wisatawan. Namun di sisi lain, mengingat aktivitasnya yang cukup ekstrem maka terdapat resiko yang harus diantisipasi. Pencegahan itu diantaranya adalah pengaturan dan lisensi.

Untuk wisata jip lava tour, dia memandang aspek pengaturan masih minim. Sifatnya masih sebatas light touch regulation atau kebijakan yang tidak diatur terlalu ketat. Pengaturan model ini, sambung Arif, bisa berhasil jika industri wisata sudah mampu menerapkan self-regulation dengan berbekal keyakinan bahwa usaha mereka akan lestari jika diterapkan pengaturan ketat secara mandiri.

“Apabila light touch regulation tidak bisa diterapkan, maka aturan dan lisensi harus diperketat,” katanya.

Untuk lisensi, secara prinsip, semua tidak boleh melakukan kecuali operator yang sudah berlisensi. Selain itu, lisensi tidak bisa ditransfer atau dipindahkan ke operator lain. Lisensi ini tidak harus dari pemerintah tapi juga bisa dikeluarkan oleh asosiasi profesi yang relevan.

Jika proses pengaturan dan lisensi belum dapat diterapkan dalam waktu dekat, maka bisa dilakukan segmentasi berdasar tingkat resiko. Pada tiap tingkat resiko, kelengkapan standar keselamatan harus terpenuhi.

Insiden kecelakaan pada Rabu (19/2) kemarin tidak menyurutkan industri pariwisata di lereng Merapi. Dari pantauan Kamis (20/2), masih banyak wisatawan yang menggunakan jasa jip lava tour. Camat Cangkringan, Suparmono mengatakan, minat masyarakat untuk menikmati wisata jip masih tinggi. Pasca insiden, pihaknya juga telah mewanti-wanti operator agar lebih meningkatkan faktor keselamatan.

“Targetnya zero accident. Pemerintah sudah berusaha dengan melakukan pengecekan armada. Dalam setahun, pengecekan dilakukan tiga kali untuk masing-masing basecamp sedangkan total ada 13 basecamp,” bebernya.

Upaya lain dengan memisahkan antara jalur wisata, tambang, dan evakuasi. Namun implementasinya tidak bisa seratus persen. “Tidak gampang untuk benar-benar memisahkan ketiga jalur tersebut. Tetap ada yang berhimpitan tapi diusahakan seminimal mungkin guna menekan resiko kecelakaan,” tandas Pram.


Amelia Hapsari/CN19/SM Network

Tinggalkan Balasan