Kebumen Stagnan, Formasi Minta Ada Akselarasi Program dalam RPJMD

KEBUMEN, SM Network – Perkembangan Kebumen dinilai masih berjalan stagnan, terutama terkait kemiskinannya. Catatan Kebumen termiskin Se-Jateng pun belum kunjung bergeser hingga sekarang.

“Kebumen hanya mampu turunkan angka kemiskinan 0,57 persen saat pandemi, sedangkan sebelum pandemi Covid-19 pada angka 0,97 persen,” kata Kabid Perencanaan pada Bap3da Kebumen, Indri Yulianto saat mengisi diskusi Rancangan RPJMD 2021 – 2026 di Hotel Candisari, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, Kamis (6/5).

Diketahui, penurunan angka kemiskinan pada 2019 itu ditarget 17,22 persen, sedangkan realisasi pada 2020 hanya 17,59 persen. Yulianto lantas menjelaskan cukup beratnya untuk menurunkan angka kemiskinan di kabupeten berpenduduk 1,3 juta jiwa ini. Apalagi jika selama lima tahun ditarget sampai 10 persen.

Menurutnya, paling banter penurunan angka kemiskinan hanya 13,50 persen, yang pertahun 0,7 persen. Kendati demikian, pemkab akan berupaya memenuhi target yang ada. Di samping itu tetap mengacu pada RPJMD yang prosesnya akan dilaksanakan melalui Musrenbang terlebih dahulu.

Narasumber lainnya, Yusuf Murtiono yang Presidium Forum Masyarakat Sipil (Formasi) menyebut perkembangan Kebumen berjalan stagnan.

Selain masalah kemiskinan yang belum turun secara berarti, juga kesenjangan masyarakat masih memperihatinkan. “Kami minta ada akselarasi program dalam RPJMD,” ucap Yusuf Murtiono.

Selain itu perlu sinergi lintas sektor dan mengakomodir praktik baik di masyarakat. Dalam konteks tersebut, titik tekannya pada kearifan lokal. Yusuf mengaku akan mengawal tahapan RPJMD hingga jadi melalui perencanaan partisipatif atau dari bawah.

Pembicara lainnya dari Akatiga Bandung, Aprilia menyampaikan pentingnya mengangkat kearifan lokal. Dalam melakukan pendampingan dan penelitian di sejumlah desa di Kebumen, Akatiga juga mendorong pemanfaatan tanah kemakmuran dan menghidupkan Karang Taruna.

Diskusi Rancangan RPJMD 2021 – 2026 yang dipandu oleh Penanggung Jawab Program Formasi, Fuad Khabib itu berlangsung gayeng dengan tanya jawab oleh para peserta yang didominasi perangkat desa di Kebumen.

Tinggalkan Balasan