Kebumen Darurat Corona, Salat Jumat Ditiadakan

KEBUMEN, SM Network – Pemkab menetapkan Kebumen berstatus tanggap darurat Corona (Covid-19) menyusul satu warga Kebumen yang meninggal dunia di RS Panti Rapih Yogyakarta diketahui positif corona.

Penetapan status tersebut diikuti sejumlah kebijakan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen yang juga Wakil Bupati Arif Sugiyanto  mengatakan, salah satu kebijakan dengan meminta warga tidak melakukan salat Jumat pada pekan ini. Untuk shalat Jumat ditiadakan dan diganti salat dzuhur seperti biasa. 

“Ini juga berlaku untuk salat berjamaah,” kata Arif Sugiyanto di Posko Penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan, Rabu, 25 Maret 2020.

Selain itu, pihaknya mengusulkan untuk ASN Pemkab Kebumen untuk dapat bekerja dari rumah. Selain itu, sebagai langkah pencegahan, Pemkab bakal melakukan penyemprotan desinfektan secara massal mandiri pada Jumat,  27 Maret 2020.

Penyemprotan Massal

Penyemprotan massal ini menyasar wilayah perkotaan meliputi Jalan Kusuma, Jalan Pemuda, Jalan Mayjen Soetoyo, Jalan  Pahlawan. Terkait hal itu,  para pemilik toko di kawasan tersebut menutup tempat usahanya sementara agar aktivitas toko tidak terganggu.

Adapun tindak lanjut adanya warga yang positif corona,  Arif Sugiyanto menyampaikan pihaknya telah melakukan sterilisasi. Selain itu berkoordinasi dengan TNI dan Polri agar melakukan penjagaan.

Arif meminta, seluruh warga Kebumen dapat bersama-sama mematuhi aturan dan langkah social distancing yang telah ditetapkan pemerintah.  Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Moh Amiruddin mengatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji kembali kebijakan belajar di rumah bagi para siswa itu akan diperpanjang atau sesuai jadwal awal.

Sebelumnya  kegiatan belajar mengajar di sekolah akan kembali berlangsung pada 30 Maret 2020. “Kami akan mengkonsultasikan dengan Pak Sekda (Sekretaris Daerah) dan kemudian diusulkan kepada Bupati,” ujar Amiruddin.


Supriyanto

Tinggalkan Balasan