Kebijakan Pemkab Wonosobo Timbulkan Kontroversi

WONOSOBO, SM Network – Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo dalam memberlakukan kewajiban rapid test bagi wisatawan dari daerah zona merah Covid-19 menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Bahkan sejumlah komunitas pencinta alam base camp pendakian mengeluarkan surat terbuka keberatan dengan adanya rapid test untuk pengunjung.

Ketua Basecamp Gunung Prau Via Dieng, David mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Wonosobo tidak masuk akal. Meski demikian, dikatakan David, mulai Senin (24/8) semua jalur pendakian di seluruh wilayah Wonosobo sepakat ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Wonosobo dalam menekan curva positif Covid-19.

Langkah itu juga sebagai bentuk protes apakah Pemerintah mampu membuktikan bahwa wisata pendakian penyumbang Covid-19. Konsistensi pemerintah dalam menegakkan protokol kesehatan diseluruh sektor pariwisata termasuk milik Pemkab juga dipertanyakan.

Sementara itu, Pengelola wisata Telaga Warna, Agus Purnomo menilai kebijakan rapid test untuk wisatawan tidak tepat. “Kalau tempat wisata alam menerapkan rapid test kurang tepat. Siapa yang mau berkunjung kalau sepeeti itu. Sedangkan sektor wisata sudah berhenti sejak 4 bulan lalu. Siapa yang akan menanggung kebutuhan ekonomi keluarga para pelaku wisata,” jelasnya saat dihubungi, Minggu (23/8).

Menyikapi hal itu Sekretaris Daerah Wobosobo, One Andang Wardoyo meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memahami situasi yang terjadi belakangan ini. Bahwa pemerintah dalam situasi Covid-19 ini menjaga keseimbangan antara dua kepentingan sekaligus.

Dari sisi kesehatan tentu saja masyarakat diarahkan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, jalankan protokol kesehatan. Kemudian dari sisi ekonomi, tetap bergerak dengan tata cara baru mengikuti protokol kesehatan. “Jadi sektor wisata boleh beroperasi, namun aspek kesehatan sebagai bentuk adaptasi tatanan baru wajib dilakukan,” terangnya.

Berkaitan surat terbuka dari sejumlah komunitas pencinta alam base camp pendakian. Pihaknya meminta untuk kesadarannya bahwa niat dari pemerintah melindungi warganya. “Niat kita melakukan pembatasan dan mewajibkan rapid test untuk pengunjung dari luar, itu semata mata untuk melindungi warga,” katanya.


Dib

Tinggalkan Balasan