Keberangkatan 3.147 Calon Haji Asal DIY Ditunda

YOGYAKARTA, SM Network – Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk membatalkan keberangkatan jamaah haji tahun 2020 karena masih di tengah situasi pandemi Covid-19. Terkait dengan keputusan itu, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DIY akan secepatnya melakukan sosialisasi khususnya kepada calon jamaah haji.

Sesuai jadwal, tahapan pemberangkatan calon haji asal DIY rencananya dimulai tanggal 29 Juni yakni pelepasan ke Asrama Haji Donohudan bagi rombongan kloter pertama. Sedianya, 3.147 calon jamaah akan bertolak ke tanah suci terdiri dari 3.116 kuota jamaah, 27 petugas daerah, dan 4 pembimbing KBIHU. Namun dengan adanya keputusan tersebut, pemberangkatan mereka ditunda.

“Calon jamaah tidak perlu khawatir karena statusya adalah jamaah lunas tunda dan menjadi prioritas di tahun berikutnya. Persyaratan administrasi dan dokumen yang sudah diurus juga tetap bisa digunakan jika tiba waktunya nanti berangkat, kecuali hal-hal tertentu seperti syarat kesehatan,” terang Kepala Kanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan, Rabu (3/6).

Sampai dengan awal Juni ini tercatat 3.063 jamaah telah melunasi biaya ibadah haji termasuk petugas dan pembimbing. Paling banyak berasal dari Sleman yakni 1.123 orang, disusul Bantul sebanyak 939 calon jamaah. Sedangkan untuk wilayah Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta masing-masing tercatat 405, 256 dan 309 jamaah yang sudah lunas pembayaran.

Mengambil sisi positif dari kebijakan itu, kata Edhi, pihaknya bisa mengintensifkan pembekalan bagi calon jamaah. “Kita bisa lebih mematangkan persiapan. Selama ini sudah dilakukan namun secara virtual sehingga masih kurang efektif,” ujarnya. Pemerintah sebenarnya telah menyiapkan beberapa skenario apabila ibadah haji tetap diselenggarakan, termasuk kemungkinan pembatasan kuota. Namun atas dasar pertimbangan melindungi masyarakat dari dampak virus corona, keberangkatan jamaah haji ditiadakan. Kendati, pemerintah Arab belum menentukan apakah membuka akses tanah suci bagi penyelenggaraan ibadah haji di masa pandemi ini. “Pemerintah Indonesia yang memutuskan menunda demi melindungi warganya,” tukas Edhi.

Dia menambahkan, segala hal yang berkaitan dengan administrasi sebenarnya sudah siap. Calon jamaah yang sudah melunasi biaya ibadah haji juga dinyatakan memenuhi syarat untuk diberangkatkan ke Mekah, meskipun sebagian berusia lanjut.
Dia berpesan kepada calon haji agar terus update informasi. Sehingga jika ada perkembangan dapat segera ditindaklanjuti.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan