Kasus Positif Covid-19 Tinggal Lima Orang, Pemkab Perbolehkan Penyelenggaraan Hajatan

TEMANGGUNG, SM Network – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung, Gotri Wijianto mengatakan, saat ini wilayahnya sudah masuk zona kuning, sehingga pemerintah sudah mulai mengizinkan diselenggarakannya hajatan dan pertemuan publik. Pertimbangan itu diambil karena wilayah ini sudah melandai dengan jumlah pasien positif Covid-19 tercatat hanya 5 orang.

Diperbolehkannya penyelenggaraan hajatan itu sesuai dengan Surat Edaran nomor 360/398 tahun 2020 tentang panduan pengendalian dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Temanggung. Dalam SE yang ditandatangani Bupati Muhammad Al Khadziq tersebut, diatur mekanisme penyelenggaraan acara hajatan dan pertemuan publik.

“Kita sudah mengizinkan penyelanggaran hajatan dan pertemuan publik, tapi harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Untuk Pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Kabupaten Temanggung sudah berakhir pada 3 Juli 2020, kemudian dilanjutkan dengan kebijakan pengendalian dan pencegahan Covid-19 mulai 4 Juli 2020,”ujarnya kemarin.

Menurut Gotri, pengendalian dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 namun kegiatan masyarakat tetap bisa dilaksanakan. Maka pada setiap kegiatan hajatan harus ada panitia penanggung jawab atas seluruh proses penyelenggaraan. Ketua panitia bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pengendalian jalannya acara, di mana harus ada seksi atau unit tugas pencegahan Covid-19.

Untuk hajatan atau pertemuan publik seperti pernikahan, kegiatan sosial, pengajian umum, kegiatan keagamaan, pertemuan adat, panitia harus mengajukan permohonan izin penyelenggarakan kepada gugus tugas Covid-19. Jika tamu berjumlah 250 orang sampai 500 orang maka permohonan izin disampaikan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat desa/kelurahan.

Apabila tamu berjumlah 501 sampai 1.000 orang maka permohonan izin penyelenggaraan disampaikan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan. Lalu apabila melibatkan 1.000 orang maka pengajuan izin kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung.

“Apabila ada jamuan makanan atau snack tidak diperkenankan menyediakan secara prasmanan, tapi harus dengan makanan tersaji per setiap orang satu sajian bisa di dalam boks dibagi kepada setiap tamu. Ini untuk menghindari saling bersentuhan peralatan makan yang berpotensi penyebaran Covid-19. Kalau ada pelanggaran akan diberi sanksi dari teguran sampai pembubaran,”katanya.


Raditia Yoni Ariya/K41

Tinggalkan Balasan