Kasus Covid-19 Melonjak, Lahan TPU Giriloyo Makin Terbatas


MAGELANG, SM Network – Lahan pemakaman di Taman Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo Kota Magelang semakin terbatas. Terlebih, selama bulan Maret-November 2020 terjadi lonjakan kasus kematian yang diakibatkan oleh Covid-19.

Oleh karena itu, Pemkot Magelang tengah menyiapkan alternatif tempat pemakaman khusus untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

‘’Banyak pasien yang meninggal dunia di bulan Oktober dan November 2020. Maka, kami lagi menyiapkan makam khusus, karena lokasi pemakaman yang lama sudah penuh,’’ ujar Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Magelang, Muji Rohman.

Bapak yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) itu menuturkan, pihaknya sedang mencari tanah bengkok untuk persiapan tempat pemakaman. Hal ini sebagai persiapan jika kasus meninggal dunia akibat Covid-19 belum juga turun.

“Ini langkah antisipasi sejak dini agar kita siap jika kasus Covid-19 tidak turun-turun,” katanya.

Terkait tempat isolasi, Muji menerangkan, awalnya memang ada rencana GOR Samapta di Komplek Gelora Sanden dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. Hal itu menyusul kepulangan dari tugas sekitar 115 anggota Yon Armed 11 Magelang.

‘’Dari 115 anggota tersebut setelah dilakukan pemeriksaan ternyata yang positif cuma dua anggota, sehingga GOR Samapta urung digunakan. Untuk dua anggota yang positif akhirnya melaksanakan isolasi mandiri di hotel yang sudah disiapkan untuk isolasi mandiri,’’ jelasnya yang juga menjabat Asisten 1 Setda Kota Magelang.

Karena GOR Samapta tidak jadi digunakan untuk isolasi mandiri, maka dia minta kepada warga tidak perlu takut lewat maupun olahraga di GOR Samapta. Juga kepada warga yang tinggal di sekitar GOR, tidak perlu takut.

“Tingkat hunian hotel di Kota Magelang yang digunakan untuk isolasi mandiri, pernah sebanyak 118 hingga 126 orang. Kebanyakan warga Kabupaten Magelang dan dari luar daerah lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, yang banyak ke luar masuk ke hotel itu adalah ojek online yang membawa makanan pesanan para pasien. Ternyata masih banyak pasien yang lapar, meski sudah disediakan makanan di hotel tersebut.

“Khusus untuk kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) yang terkena Covid-19 sebanyak 65 orang. Sebagian sudah selesai melaksanakan isolasi mandiri. Soal hasil swab untuk saat ini tidak bisa keluar dalam tempo satu mimggu setelah diperiksa, karena petugas laboratorium kelelahan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan PJU, Pertamanan, dan Pemakaman DLH Kota Magelang, Yetty Setiyaningsih mengungkapkan, lokasi pemakaman kasus Covid-19 masih di TPU Giriloyo. Hanya saja, pihaknya menekankan perlu mencari alternatif tanah jika lahan di TPU sudah semakin terbatas.

“Saya sangat sepaham dengan Pak Asisten 1, kita harus menyiapkan lahan alternatif untuk pemakaman. Luas lahan TPU Giriloyo 16,8 hektar dengan dihuni puluhan ribu makam. Khusus makam kasus Covid-19 sebanyak 70 makam,” paparnya.

Ia menyebutkan, sisa lahan di TPU diprediksi hanya bisa bertahan selama 8-10 tahun ke depan. Maka, memang harus berpikir keras untuk mencari solusinya.

“Lonjakan pemakaman terjadi di bulan November, sehingga membuat teman-teman petugas makam bekerja ekstra. Kami berharap kasus Covid-19 tidak lagi melonjak,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan