Kasus Anemia Tinggi, Remaja Sleman Bentuk Tim Penanggulangan

SLEMAN, SM Network – Kasus anemia di wilayah Sleman dalam kurun empat tahun terakhir cenderung tinggi. Data ini didapat dari hasil sampling Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terhadap 500 remaja tingkat Sekolah Menengah Atas.

Pada tahun 2016, siswa yang menderita anemia sebayak 15,74 persen. Sedangkan tahun 2017 dan 2018, angka kasusnya tercatat 12,60 persen dan 22,86 persen. Untuk meningkatkan peran aktif pihak sekolah dalam penanggulangan anemia remaja, Dinkes Sleman membentuk tim Gerakan Tanggulangi Anemia Remaja dan Thalasemia (Getar Thala).

Untuk sementara, tim Getar Thala telah dikukuhkan di 30 SMA. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Wisnu Murti Yani mengatakan, pengukuhan ini dilatarbelakangi karena Indonesia saat ini mempunyai masalah triple burden. “Triple burden yaitu stunting, wasting, obesitas dan kekurangan zat gizi mikro seperti anemia,” jelas Wisnu.

Data terakhir per 2019, dari sampling 100 remaja putri yang anemia, didapatkan 12,8 persen disebabkan defisiensi besi. Untuk mengatasi anemia pada remaja, lanjut Wisnu, dapat dilakukan dengan mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara teratur seminggu sekali sesuai program pemerintah pusat. Pemkab Sleman sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Sleman nomor 440/00376 tentang Hari Minum Tablet Tambah Darah Bersama di Sekolah.

“Tim Getar Thala ini dibentuk untuk menjamin kelancaran dan kontinuitas kegiatan minum TTD di setiap sekolah SMA/SMK/MAN sederajat,” ujarnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo memandang, keberadaan Tim Getar Thala sangat diperlukan untuk lebih mengintensifkan penurunan angka anemia, terutama pada remaja putri. “Saya harap tim Getad Thala ini dapat memberi edukasi kepada masyarakat. Mengingat selama ini, anemia oleh sebagian masyarakat masih dianggap tidak membawa dampak yang serius,” ujarnya.

Padahal dampak yang ditimbulkan dari anemia sangat membahayakan dan menimbulkan efek jangka panjang. Tidak saja bagi penderitanya, tapi juga bagi anak yang dilahirkannya. Salah satu penyebab kematian ibu adalah perdarahan saat melahirkan. Jika dirunut, kondisi ini dikarenakan ibu mengalami anemia saat remaja yang berkepanjangan, dan tidak ditangani dengan baik dan berlanjut hingga saat kehamilan.

Tinggalkan Balasan