KABAR  duka datang dari dunia basket, setelah salah satu legenda NBA, Kobe Bryant meninggal pada Minggu (26/1) akibat kecelakaan helikopter di Calabasas, California, Amerika Serikat. Kobe sebelum ini sudah malang melintang di dunia basket, dan dikenal sebagai bintang Los Angeles Lakers.

Perjalanan karir Bryant sebagai pebasket NBA dimulai pada tahun 1996 saat itu dia mengikuti draf NBA dan dipilih oleh Charlotte Hornets pada urutan ke 13. Hornets kemudian melakukan trade dan Kobe pindah ke Lakers.

Sebagai seorang pemula, Bryant mendapatkan reputasi sebagai pemain yang mampu melompat tinggi serta favorit penggemar setelah memenangkan Slam Dunk Contest tahun 1997, dan dia dijadikan All-Star pada musim keduanya. Meski terlibat perselisihan dengan Shaquille O’Neal, Bryant sukses membawa Lakers merengkuh tiga gelar juara NBA beruntun sejak tahun 2000 hingga 2002.

Pada tahun 2003, Bryant sempat dituduh melakukan pelecehan seksual, sebeluma khirnya dibatalkan dan gugatan sipil diselesaikan di luar pengadilan. Tahun 2004 setelah Lakers kalah pada Final NBA, O’Neal di-trade ke Miami Heat dan Bryant menjadi pemain kunci bagi Lakers usai mencetak skor terbanyak di NBA selama musim 2005-2006 dan 2006-2007.

Pada tahun 2006, dia mencetak 81 poin yang merupakan capaian tertinggi sepanjang kariernya saat menghadapi Toronto Raptors, poin terbanyak kedua yang dicetak pada pertandingan tunggal dalam sejarah NBA di belakang Wilt Chamberlain yang mencetak 100 poin pada tahun 1962. Bryant mendapatkan gelar Most Valuable Player Award (MVP) untuk musim reguler 2008.

Pensiun

Setelah Lakers kalah pada Final NBA 2008, Bryant membawa mereka merebut dua gelar juara beruntun pada tahun 2009 dan 2010, dan diberikan Penghargaan MVP Final pada dua kali kemunculannya di final. Ia terus menjadi salah satu pemain top di liga hingga tahun 2013, ketika dia menderita tendon Achilles robek pada usia 34 tahun.

Meskipun dirinya pulih dari cedera itu, dia menderita cedera akhir musim pada bagian lutut dan bahunya dalam dua musim berikutnya. Mengakui bahwa kondisi fisiknya mulai menurun, Bryant pensiun setelah musim 2015-2016.

Pada usia 34 tahun dan 104 hari, Bryant menjadi pemain termuda dalam sejarah NBA untuk mencapai 30.000 poin sepanjang karier. Ia menjadi pencetak skor terbanyak sepanjang masa dalam sejarah franchise Lakers pada tanggal 1 Februari 2010 ketika dia berhasil melampaui Jerry West.

Selama menjalani musim ketiganya di NBA, Bryant terpilih sebagai pemain inti pada All-Star Game, dan dia akan terus dipilih sebagai pemain inti pada pertandingan itu dengan rekor 18 penampilan secara beruntun hingga pensiun.

Prestasinya yang merebut empat Penghargaan MVP All-Star imbang dengan Bob Pettit dalam sejarah NBA. Pada Olimpiade Musim Panas 2008 dan 2012, dia memenangkan medali emas sebagai anggota tim nasional AS. Pada tahun 2018, Bryant memenangkan Academy Award untuk Film Pendek Animasi Terbaik untuk filmnya yang berjudul “Dear Basketball”.

1 KOMENTAR