Karena Covid-19, Gaji Pemain PSS Dibayar 25 Persen

SLEMAN, SM Network- Tim sepak bola satu-satunya di DIY yang berlaga di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Tanah Air, PS Sleman (PSS), akhirnya ikut memotong gaji pemain menyusul dihentikannya kompetisi Liga 1 musim 2020. Kompetisi dihentikan imbas merebaknya penularan pandemi Covid-19 secara global.

Manajer PSS Danilo Fernando menyatakan jika manajemen tim berjuluk Super Elang Jawa itu mengikuti kebijakan dari federasi sepak bola Indonesia, PSSI.”Terkait masalah gaji, direksi PSS akan mengikuti peraturan yang ada di surat keputusan yang dikeluarkan oleh PSSI,” ujar Danilo, kemarin.

Sesuai dengan surat edaran yang beredar, PSSI memutuskan Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 dihentikan dari Maret hingga Juni dengan status force majeure. Penyebaran Covid-19 di Tanah Air jadi musababnya. Nah, selama kompetisi dihentikan, klub diperbolehkan membayar gaji para pemain dan ofisial mereka hanya sebesar 25 persen saja dari nilai gaji bulanan yang tertera di kontrak.PSSI mengambil langkah ini lantaran klub-klub memang tidak memiliki pemasukan karena nihilnya pertandingan.

Jadi gaji Maret dibayarkan utuh 100 persen kepada pemain PSS. Sedangkan April, Mei, dan Juni dipangkas 75 persen.”Keputusan dari Direksi PSS ialah bulan Maret 100 persen gaji. Sementara April, Mei dan Juni 25 persen gaji,” jelasnya.

Selain pemotongan gaji, Danilo juga mengungkapkan jika manajemen memutuskan memperpanjang libur pemain latihan hingga 29 Mei karena alasan penyebaran Covid-19.”Kami memutuskan libur sampai 29 Mei. Namun para pemain tetap mendapatkan porsi latihan sendiri di rumah masing-masing untuk menjaga kondisi fisik,” kata Danilo.

“Nanti akan ada protokol keselamatan dari dokter tim dan manajemen buat selama di rumah. Itu harus dilakukan semua official dan pemain,” tambah dia.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan