SM Network – Pemerintah Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut Jawa Barat melaksanakan karantina wilayah selama 14 hari. Hal ini sebagai dukungan kepada pemerintah dalam memerangi wabah virus corona.

Sebagai kompensasi dari karantina wilayah, pihak desa akan memberikan bantuan sembako kepada warga berupa beras dan lauk-pauk serta uang tunai.

Kepala Desa Hanjuang, Asep Rahayu Efendi, mengatakan bahwa dana kompensasi dari pemerintah desa difokuskan untuk penanganan wabah covid-19.

Dana diberikan bagi 1.188 Kepala Keluarga (KK) bersumber dari Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dan Swadaya masyarakat dengan total anggaran mencapai Rp500 juta.

“Jadi tiap KK kami berikan dana kompensasi, beras dan lauk-pauknya, agar warga  tidak kesulitan mencari nafkah,” kata Asep, Minggu (5/4).

Kompensasi yang diberikan untuk keluarga miskin dengan anggota keluarga lebih dari 5 orang, dengan dua kriteria, yaitu warga jompo dan lansia, serta bagi warga miskin usia produktif. Selama 14 hari warga diberi beras 10 kg, Ayam 5 kg, Telur 5 kg dan Vitamin c satu paket, serta uang 150 ribu rupiah.

“Mudah-mudahan selama 14 hari, bantuan itu cukup,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Garut, Rudy Gunawan mengapresiasi langkah Desa Hanjuang yang telah melaksanakan karantina wilayah dan menggunakan anggaran kompensasi penanganan COVID-19. Dana Desa sebesar 40 persen dipastikan segera cair langsung masuk kas desa Rabu (8/4).

“Saya apresiasi Desa Hanjuang langkah desa dalam menangani wabah COVID-19, pokoknya untuk warga Garut umumnya selama karantina wilayah tidak ingin mendengar adanya warga yang kelaparan,” katanya.


SM Network

3 KOMENTAR