Kapolda Jateng Berharap Tidak Ada Zona Merah 3 Covid-19

TEMANGGUNG, SM Network – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, jajarannya bersama Kodam IV/Diponegoro dan pemerintah daerah telah mempersiapkan mekanisme khusus guna menghadapi pandemi Covid-19, terutama apabila berkepanjangan, termasuk apabila masuk zona merah 3. Meski demikian, dia berharap keadaan segera kembali normal dan tidak sampai masuk zona merah 3 yang menadakan ada konflik sosial di masyarakat seperti adanya penjarahan.

“Kami berharap tidak ada peningkatan eskalasi kasus COVID-19 di Jateng, apalagi hingga zona merah 3 yang menandakan ada konflik sosial dengan adanya penjarahan. Maka dari itu perlu membuat rencana kedaruratan agar apabila benar-benar terjadi ekskalasi semua sudah siap dengan tugas dan fungsinya masing-masing,”ujarnya dalam acara Simulasi Technical Floor Game Penanganan COVID-19 di Pendapa Pengayoman Kabupaten Temanggung, Kamis (28/5).

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Muchamad Effendi mengatakan, yang harus disiapkan dalam kedaruratan COVID-19, yakni tempat dan fasilitas penunjang penanganan medis, tenaga medis, dan jalur komunikasi. Dia menggarisbawahi bahwa sebenarnya zona merah 3 tidak akan terjadi jika kita semua bisa mengatasi zona merah 2 maupun zona merah 1. Hal itu bisa dimulai dengan pola hidup bersih dan sehat dari diri sendiri, lingkungan keluarga, baru ke masyarakat.

“Tolong cermati betul, kondisi zona merah 3 tidak akan terjadi apabila kondisi zona merah 2, kondisi zona merah 1 bisa kita dikendalikan bisa dicegah. Warga harus dapat mengakses fasilitas kesehatan dan diperketat lagi untuk menerapkan protokol kesehatan, untuk rajin cuci tangan, memakai masker, tidak berkerumun, menjaga jarak. Di sini harus ada pengertian yang sama memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa pandemi belum selesai,”katanya.

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq menuturkan, adanya koordinasi dengan Polda dan Kodam dalam rencana kontinjensi sangat bermanfaat bagi warga sipil untuk menghadapi pandemi Covid-19. Dikatakan, pasca lebaran saat ini Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung dan daerah lainnya memasuki era baru, tidak lagi sekadar penanganan, tapi telah melebar

“Kita sudah berada di alam berbeda dari sebelum lebaran, yang fokus upaya percepatan penanganan Covid-19 seperti karantina, penanganan jenazah, bansos. Maka kita baru sadar 29 Mei masa tanggap darurat nasional akan berakhir, kita belum tahu Presiden akan memperpanjang atau tidak tetapi mulai mempersiapkan rencana-rencana berupa pendisiplinan warga,”katanya.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan, skema lanjutan penanganan Covid-19 memang harus dilakukan oleh karena itu segala hal yang diperlukan kini telah disiapkan. Antara lain, Tiga rumah sakit tersebut, yakni RSUD Temanggung sebanyak 50 kamar, PKU Muhammadiyah 20 kamar, RSK Ngesti Waluyo 15 kamar, gedung BLK 30 kamar, dan Gedung Pemuda 50 kamar. Selain itu peralatan medis hingga tenaga medis perawat dari Akper sebanyak 150 orang juga telah siap.

“Pada simulasi ini, dari data intelijen diprediksi akan terjadi peningkatan virus korona secara tidak terkendali sehingga dimungkinkan rumah sakit tidak akan dapat mengcover, maka kami harus menyiapkan langkah-langkah kunci seperti menyiapkan rumah sakit, peralatan dan tenaga medis. Seluruh personil TNI/Polri juga akan disiapkan untuk membantu Tim Gugus, melakukan deteksi termasuk jika terjadi peningkatan eskalasi agar tidak terjadi penjarahan,”katanya.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan