Kapasitas Produksi tidak Sebanding, PDAM Hentikan Penambahan Pelanggan Baru

MAGELANG, SM Network – PDAM Kota Magelang untuk sementara tidak ingin menambah jumlah pelanggan baru. Kebijakan moratorium ini dilakukan mengingat kapasitas produksi tidak sebanding dengan kebutuhan.

Direktur PDAM Kota Magelang, Muh Haryo Nugroho mengatakan, sudah ada lebih dari 32.000 pelanggan yang tercatat hingga saat ini. Jumlah ini tidak hanya menjangkau masyarakat perkotaan saja, tapi juga di wilayah Kabupaten Magelang.

“Per tahun ini kita stop dulu pelanggan untuk pelanggan baru. Sebab, untuk pelanggan yang sudah ada saja kita masih kesulitan untuk menjangkau 100 persen,” ujarnya di kantornya, Selasa (18/2).

Dikatakannya, PDAM Kota Magelang mampu memproduksi 500 liter per detik. Jumlah ini masih sisa jika disandingkan dengan kebutuhan 400 liter per detik untuk mengaliri ke 32.000 pelanggan.

“Secara hitungan sebenarnya masih ada sisa 100 liter per detik, tapi karena beberapa faktor, kita tidak pernah mencapai 500 meter per detik,” katanya.

Pihaknya pun sempat mendapat kajian, jika kebocoran yang dialami PDAM Kota Magelang mencapai 60 persen. Namun tidak sepenuhnya kebocoran itu karena faktor kerusakan pipa, atau tersendatnya permasalahan teknis.

“Kebocoran memang ada tapi tidak sampai 60 persen. Hanya saja kalau soal penurunan debit air, itu terjadi. Bahkan saat ini kita perkirakan mencapai 40 persen penurunan debit dari berbagai sumber mata air PDAM,” tuturnya.

Haryo menyebutkan, penurunan debit air hingga 40 persen dari angka normal ini terjadi pascakemarau tahun 2019 lalu. Karena alasan itu pihaknya memberlakukan moratorium pelanggan baru.

“Kita juga mengantisipasi dengan sistem zona, misalnya ketika di Magelang Utara terjadi penurunan debit, maka jatah untuk Magelang Tengah kita alokasikan dulu sebagian ke utara. Saat Magelang Selatan langka, kita alokasikan dari Magelang Utara dan Tengah, begitu seterusnya,” jelasnya.

Kebijakan ini, katanya, justru membuat biaya yang dikeluarkan PDAM Kota Magelang membengkak. Betapa tidak, karena untuk mengoperasikan dua sumber mata air ini harus menggunakan pompa listrik.

“Kalau dihitung menggunakan bahan bakar minyak (BBM) solar yang dibeli dengan harga nonsubsidi atau harga industri sekitar Rp 10 ribu per liter, tiap jamnya menghabiskan 50 liter, sekitar Rp1 juta per jam, untuk mengaktifkan dua pompa itu,” paparnya.

Sebelumnya, pelayanan PDAM yang kerap dikeluhkan masyarakat ini, mendapat tanggapan langsung dari Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito. Sigit menyampaikan bersamaan dengan refleksi 9 tahun kepemimpinannya di Gedung Wiworo Wijipinilih, Senin (17/2).

Menurutnya, PDAM harus mampu melayani masyarakat dengan baik. Apalagi soal air, karena menjadi kebutuhan paling urgen masyarakat.

“Saya tahu, PDAM bekerja sampai jam 11 malam, sampai harus bolak-balik. Tapi dibikin enjoy dan happy saja. Kerja itu visioner, kreatif, dan semangat, yang penting air yang jadi kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tandas Sigit.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan