SM/Arif Widodo - PASANG KANDI : Sukarelawan Koko memasang kandi bodol untuk sosialisasi kotak/kolom kosong.

KEBUMEN, SM Network – Mendekati pelaksanaan Pilbup 9 Desember 2020 dihiasi pemandangan menarik di berbagai pelosok-pelosok desa. Kontras dengan pemandangan sebelumnya, kali ini dihiasi kandi bodol (karung bekas) untuk alat sosialisasi kotak/kolom kosong (Koko).

Adapun pemandangan sebelumnya dihiasi spanduk serta baliho calon bupati dan wakil bupati. Seperti tak ingin kalah, kandi bodol yang antara lain terdapat tulisan “Koko Menang Kebumen Kondang” itu mengimbanginya.

Pesta demokrasi langsung pun tampak dirayakan masyarakat di Kebumen, meski hanya diikuti calon tunggal atau satu pasangan calon (Paslon).

“Masyarakat senang kalau Koko menang. Dan cara kita menggunakan kandi bodol sebagai wujud semangat rakyat,” kata salah satu pegiat Koko, Asmakhudin, Kamis (19/11).

Menurutnya, kandi bodol dapat digunakan untuk menyampaikan aspirasi dan kebenaran, bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat. Sebagai penentu, terang Asmakhudin, masyarakat di daerah termiskin Se-Jateng itu juga memiliki prinsip kuat, sehingga tidak mempan terkena tipu daya dengan kesan baik dari pihak yang tengah mengincar jabatan tersebut.

“Biarlah kandi bodol yang berbicara, seperti halnya bambu runcing yang digunakan oleh rakyat dalam melawan penjajah tempo dulu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kandi bodol sekaligus perwujudan masyarakat Kebumen yang mayoritas petani. Di mana keberadaan wadah tersebut cukup berguna bagi kelangsungan hidup para petani, baik untuk menyimpan gabah, beras maupun lainnya.

“Dengan kandi bodol kita wadahi, agar mayoritas masyarakat menyalurkan suaranya dengan cara mencoblos kotak/kolom kosong pada surat suara Pilbup Kebumen. Yakinlah, kotak kosong menang adalah kekuatan rakyat atas ridho Illahi Robbi,” tutur Asmakhudin yang didampingi Presidium Masyarakat Kotak Kosong (Mas Koko), Prasetya Panggih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here