Kades Condongcatur Jelaskan Alasan Warganya Tolak TPST

SLEMAN, SM Network – Rencana membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Dusun Tambakboyo, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok sudah digadang-gadang oleh Pemkab Sleman sejak lama. Sosialisasi kepada warga setidaknya telah dua kali telah dilaksanakan di awal tahun ini.

Namun rencana itu gagal terwujud karena masyarakat setempat menolak lokasinya dijadikan TPST. Hal ini tidak ditampik oleh Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji. Dia mengungkapkan, saat sosialisasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman beberapa waktu lalu, warga memang menyampaikan keberatan terhadap rencana pembangunan TPST. 

“Waktu itu, dari pihak dinas juga menjawab jika masyarakat keberatan maka proyek tidak akan dilanjutkan,” kata Reno saat dikonfirmasi, Rabu (16/9).

Menurutnya ada banyak hal yang melatarbelakangi penolakan oleh warga. Salah satunya lantaran khawatir daerah mereka akan menjadi tempat penampungan sampah berskala besar sehingga beresiko mencemari lingkungan. Alasan lain karena warga merasa terganggu dengan lalu-lalang truk pengangkut sampah.

Selain merusak infrastruktur jalan, banyaknya truk yang melintas juga dikhawatirkan mengganggu keamanan lalu-lintas, mengingat calon lokasi TPST Tambakboyo berada tepat di tengah pemukiman padat penduduk.

Namun demikian, sambung Reno, masyarakat Tambakboyo tidak keberatan jika lokasi sekitar tempat tinggal mereka dijadikan transfer depo sampah, sebagaimana yang sudah berjalan selama ini. “Warga tidak keberatan kalau untuk transfer depo,” ujar Reno.

Sebelumnya, pemerintah berencana membangun TPST Tambakboyo diatas lahan kas desa seluas 5.000 meter persegi. Tidak hanya kali ini Pemkab Sleman mendapat reaksi penolakan atas rencana pembangunan TPST. Pada tahun 2017 silam, pernah muncul wacana membuat tempat pengolahan sampah di Dusun Sembir, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan. 

Kala itu, DLH Sleman sempat mengklaim bahwa warga sudah setuju bahkan berencana mengajak mereka studi banding ke daerah Malang, Jawa Timur. Namun dalam perjalanannya, masyarakat ternyata menolak. Kepala DLH Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan sudah disiapkan beberapa lokasi pengganti untuk calon TPST. Diantaranya Desa Sumberharjo dan Wukirharjo Prambanan, serta wilayah Kecamatan Minggir.

“Kami sudah melakukan penjajakan. Untuk progress di Sumberharjo kelihatannya masyarakat belum bersedia. Ada juga tawaran di Wukirharjo tapi baru akan dilihat karena lokasinya agak tinggi, tidak tahu apakah truk kuat naik atau tidak,” bebernya.

Meski demikian, DLH tetap akan melakukan pengecekan. Jika dari segi teknis dinyatakan layak, maka akan dilanjutkan ke tahap sosialisasi.

Tinggalkan Balasan