Kabupaten Magelang Masuk Zona Merah

MUNGKID, SM Network – Terkait pernyataan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, yang menyatakan bahwa Kabupaten Magelang masuk ke dalam tiga wilayah zona Merah di Provinsi Jateng, Bupati Jawa Tengah menegaskan belum menerima surat secara resmi terkait hal tersebut. “Sampai saat ini Pemkab belum menerima surat resmi dari Pak Gubernur terkait Kabupaten Magelang sebagai zona merah,” terang Zaenal saat dihubungi.

Ia menerangkan bahwa Kabupaten Magelang masuk keiteria zona merah, mungkin dikarenakan sudah terjadi transmisi lokal. “Zona merah itu karena ada transmisi lokal di wilayah Kecamatan Secang, sebagian besar besar sudah ada transmisi lokal yang dikatakan di zona merah,” terang Zaenal.

Tetapi saat ini, lanjut Zaenal, kami juga akan segera menindaklanjuti apa yang menjadi instruksi dari Pak Gubernur secara umum untuk seluruh wilayah Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Magelang. “Nanti kami akan segera mengeluarkan surat instruksi Bupati, selaku ketua gugus tugas untuk persiapan juga menuju kenormalan baru,” terangnya.

Untuk tindak lanjut penanganan Covid-19 sendiri, Pemda Magelang telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk menekan angka penyebarannya sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. “Menekan penyebaran itu, kemudian ada di persiapan menuju kenormalan baru karena ada beberapa daerah seperti di wilayah kecamatan itu dikategorikan zona hijau, merah, kuning dan ada yang oren. Nah disitu bisa melaksanakan aktivitas selama memenuhi itu mekanismenya nanti akan diatur oleh Surat dari Pak Sekda,” ujar Zaenal.

Sementara melihat tren Covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang, dari data grafik yang tercatat menunjukkan penurunan kasus. “Lebih banyak yang sembuh dan membaik. Cuma untuk dikatakan zona merah itu dikarenakan sudah ada transmisi lokal, dan bukan sekedar dari luar membawa itu, namun sudah terjadi kontak disitu,” paparnya.

Tujuh item yang dipersiapkan menuju kenormalan baru diantaranya, dengan melakukan pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun, disinfektasi secara berkala, jaga jarak minimal satu meter, menghindari kerumunan, dan disiplin mematuhui standar protokol kesehatan.

Namun melihat keadaan dilapangan, masih terlihat kerumunan di beberapa titik seperti di tempat pembutan KIR SIM, tempat fasilitas umum untuk berolahraga, Samsat, dan lain sebagainya. Bahkan dikerumunan tersebut banyak yang terlihat tidak menggunakan masker. Hal ini dapat diartikan pengetatan yang diberlakukan pemerintah terkait status siaga Covid-19 semakin longgar.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan