Kabupaten Magelang Belum Siap Pembelajaran Tatap Muka

MUNGKID, SM Network – Hari ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan simulasi atau uji coba pembelajaran secara tatap muka di tujuh sekolah. Diantaranya SMAN 1 Parakan, SMKN 1 Temanggung, SMAN 2 Wonosobo, SMKN 2 Wonosobo, SMAN 2 Kota Tegal, SMKN 2 Kota Tegal, dan SMA Pius Tegal.

Mengetahui hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin, mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka untuk wilayah Kabupaten Magelang belum bisa diprediksi akan dilakukan kapan. ” Belum bisa kita prediksi. Karena waktu tergantung pada beberapa hal terutama keamanan wilayah, izin gugus tugas, kesiapan protokol kesehatan itu sendiri, dan yang pasti semuanya tergantung izin orang tua,” jelas Aziz saat di konfirmasi, Rabu (9/9) di Rumah Dinas Bupati Magelang.

Namun terkait formulir izin kepada orang tua sendiri sudah disiapkan. “Sudah disiapkan dan tersosialisasikan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan, jika nanti ada launching sekolah sudah siap menindak lanjuti dari dinas,” paparnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya masih mempertimbangkan beberapa hal, karena mengedepankan keselamatan dan kesehatan siswa. “Kondisi wilayah Kabupaten Magelang itu kan kasus terkonfirmasi masih fluktuatif, belum stabil dan masih menunjukkan progres yang naik turun,” ujar Aziz.

Guna mendukung kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring, pemerintah juga melakukan memberikan sejumlah bantuan pada siswa dan guru yang membutuhkan berupa bantuan pulsa dan internet. “Namun masih dalam tataran upload nomor hp ke pusat lewat operator sekolah. Kalau yang pusat, direncanakan ada bantuan pendidikan 35 Gb satu anak per bulan selama empat bulan,” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan untuk pembelajaran tatap muka sendiri masih menunggu instruksi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Sampai hari ini kementrian pendidikan belum memberikan izin terkait dengan pembelajaran tatap muka. Jadi kami masib menunggu. Walaupun di beberapa daerah, ada instruksi zona orange sudah dapat dilakukan pembelajaran tatap muka,” jelas Zaenal.

Zaenal juga menegaskan bahwa hal tersebut masih di kaji betul. “Jangan sampai jika ini sudah mulai dilakukan, muncul kluster baru. Nah ini yang tidak kita harapkan,” tegasnya. Jadi nanti ini jika dikeluarkan izin, lanjut Zaenal, izinnya berasal dari lintas pendidikan atas izin gugus tugas dengan banyak pertimbangan. “Jika masuk zona merah dan orange tentunya dilarang melakukan,” kata Zaenal. Diketahui bahwa Kabupaten Magelang sendiri masuk dalam zona orange.

1 Komentar

  1. 966697 135267very good post, i surely love this internet site, maintain on it 538581

Tinggalkan Balasan