Kabag Perusahaan Tekstil di Sleman Gelapkan Uang Rp 8,96 M

SLEMAN, SM Network – Jabatan sebagai Kepala Bagian Keuangan pada salah satu perusahaan tekstil di Sleman, dimanfaatkan oleh YN (40) untuk mengeruk keuntungan pribadi. Berbekal modus pencairan cek, warga Pakualaman Yogyakarta itu menggelapkan uang perusahaan hingga nominal Rp 8,96 miliar.

Uang hasil kejahatan itu, sebagian disetor ke rekening milik almarhum suaminya. Sisanya dipakai untuk kepentingan pribadi termasuk membeli peralatan bisnis tempat cucian mobil.

“Modusnya menggelapkan sebagian uang dari hasil pencairan cek milik perusahaan. Tersangka YN yang menjabat Kabag Keuangan memang memiliki tugas mengurus segala pengeluaran dan pemasukan uang perusahaan,” beber Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah dalam jumpa pers, Selasa (22/12).

Tersangka sudah melakukan aksinya sejak Januari 2018 sampai dengan Desember 2019. Namun persoalan ini baru diketahui pada Februari 2020 setelah perusahaan melakukan audit. Berdasar hasil audit dan keterangan beberapa pihak bank, sepanjang kurun tahun 2018-2019 ada 163 lembar cek yang dicairkan.

Nominal pencairan cek dari beberapa bank itu jika diakumulasikan mencapai Rp 21,6 miliar. Namun uang senilai Rp 8,96 diketahui tidak masuk ke perusahaan. Setelah kasus ini terbongkar, YN membuat surat pernyataan kesanggupan mengembalikan uang perusahaan sejumlah Rp 4 miliar. Namun janji itu tidak dipenuhi, dan justru tidak ada kabar dari YN.

“Pada 22 Oktober 2020, tersangka ditangkap di rumah kontrakannya di daerah Kotagede. YN dijerat pasal 374 atau pasal 372 jo pasal 64 KUHP,” kata Deni.

Selain menyita sejumlah dokumen perbankan, penyidik juga mengamankan barang bukti beberapa peralatan tempat usaha cuci mobil seperti kompresor, diesel generator, dan bahan cover jok.

Tinggalkan Balasan