Jumlah TPS Bertambah, Nilai Pagu Pilkada Kota Magelang Tetap

MAGELANG, SM Network – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Kota Magelang sepakat tidak ada perubahan nilai pagu dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Nilai untuk kebutuhan Pilkada 2020 itu masih tetap sebesar Rp 7.277.074.000.

Sekretaris KPU Kota Magelang, Ira Wahyu Catur mengatakan, kesepakatan dicapai setelah diadakan pembahasan restrukturisasi anggaran Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang tahun 2020 di Gedung BPKAD, beberapa waktu lalu. Turut hadir dalam pembahasan, Ketua KPU Kota Magelang Basmar P Amron, Kepala BPKAD Kota Magelang Wawan Setiadi beserta tim anggaran BPKAD. Pembahasan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Nilai efisiensi pembatasan kegiatan sama dengan jumlah kebutuhan penerapan protokol Covid-19 pada tahapan lanjutan pemilihan serentak,” ujar Ira. Dalam pembahasan ini, Ira menyampaikan langkah-langkah KPU dalam restrukturisasi anggaran untuk pemilihan lanjutan. Hal ini mencakup pencermatan anggaran dengan pembatasan kegiatan rapat tatap muka, perjalanan dinas rakor, supervisi, minitoring yang dilaksanakan secara virtual, dan kegiatan lainnya yang diwajibkan menerapkan protokol kesehatan. Kemudian menghitung ulang kembali kebutuhan anggaran yang dibutuhkan akibat perubahan ketentuan pembatasan jumlah pemilih per TPS, yang berdampak pada panambahan jumlah TPS. Jumlah pemilih per TPS semula 800 menjadi 500 pemilih.

“Ada pula pengurangan jumlah pasangan calon, karena tidak ada calon perseorangan. Termasuk terdapat efisiensi atas pembatasan kegiatan yang dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan perlengkapan protokoler Covid-19,” katanya.

Dijelaskan Ira, penyusunan kebutuhan berpedoman pada draft PKPU tentang pelaksananan pemilihan dalam kondisi bencana nonalam Covid-19 dari handsanitizer, masker, sarung tangan, disinfektan dan alat semprot, face shiled, tisu, sabun cair, dan tong air.

“Yang cukup signifikan thermogun di setiap TPS. Juga penambahan jaringan internet di PPK dan PPS, untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi,” jelasnya yang menyebutkan, usulan anggaran hasil pembahasan ini akan diverifikasi oleh tim anggaran.

Kepala BPKAD Kota Magelang, Wawan Setiadi berharap, pencermatan anggaran diupayakan seefektif dan seefisien mungkin, dengan tetap memperhatikan kebutuhan pemilihan tercukupi dan jangan sampai kurang. “Penambahan tentunya hanya berupa perlengkapan protokoler covid-19 saja,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Magelang, Joko Budiyono mengutarakan, anggaran masker untuk pemilih dihilangkan saja. Anggarannya dinilai cukup besar, sehingga bisa dialokasikan untuk yang lain.

“Rata-rata masyarakat Kota Magelang sudah memiliki masker. Bahkan, ketika saya membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) saya tanya ke simbah-simbah, mereka sudah memiliki lebih dari 1 masker. Jadi untuk efektivitas, anggaran masker dihilangkan saja,” jelasnya.


Asef Amani

6 Komentar

  1. Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

  2. Good one! Interesting article over here. It’s pretty worth enough for me.

  3. I love looking through a post that can make people think. Also, many thanks for permitting me to comment!

  4. 882472 874655Hello fellow internet master! I actually enjoy your website! I liked the color of your sidebar. 698012

Tinggalkan Balasan