Jumlah Pemudik Ribuan, Purworejo Tanggap Darurat Covid-19

PURWOREJO, SM Network – Bupati Purworejo, Agus Bastian memperingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran virus Covid-19, terlebih dengan banyaknya pemudik dari luar daerah, termasuk dari wilayah zona merah, yang pulang ke kampung halamanya di Purworejo.

“Lebih dari sepuluh ribu pemudik pulang ke kampung halaman (di Purworejo), menggunakan bus-bus besar. Beberapa dari mereka juga ada yang berasal dari wilayah zona merah (red zone),” katanya, saat menggelar jumpa pers penanganan virus korona, di Pendopo kabupaten, Jumat (27/3).

Dalam jumpa pers tersebut, Agus Bastian, didampingi Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, dan sejumlah Forkompinda, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mengumumkan, penetapan status tanggap darurat Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo. “Tanggap darurat Covid-19 terhitung mulai tanggal 28 Maret 2020 sampai dengan 29 Mei 2020,” ujarnya.

Dijelaskan, penetapan tersebut dilatarbelakangi adanya lonjakan pemudik, yang jumlahnya hampir mencapai belasan ribu orang. Mereka berasal dari berbagai daerah perantauan, dan beberapa diantaranya berasal dari daerah terjangkit Covid-19, terutama Jakarta. Alasan kedua, yakni adanya satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia, beberapa hari yang lalu.

Meningkatnya jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan PDP, yang cukup signifikan, juga menjadi pertimbangan kuat dikeluarkanya status tanggap darurat ini. “Sampai dengan Jumat (27/3) pukul 15.00 WIB, jumlah ODP ada 331 dengan rincian 29 selesai/sehat dan 302 masih dalam pemantauan. Sedangkan jumlah PDP ada 15, satu orang meninggal, enam dirawat, dan delapan sembuh. Untuk yang positif belum ada,” sebutnya.

Kendati demikian, Agus Bastian tetap menghimbau masyarakat untuk tenang. Dari semua ODP dan PDP, dipastikan tidak ada yang dalam kondisi kritis. Selain itu, pihaknya juga sedang berupaya menambah fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

“Kami sudah siapkan tempat untuk dijadikan tempat rawat inap atau isolasi, apabila terjadi lonjakan. Kebutuhan alat-alat kesehatan juga sedang kami tambah, seperti pengadaan alat rapid test yang sudah kami pesan, jumlahnya ada seribu,” ujarnya.

Agus Bastian mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi, baik di internal pemerintah daerah, maupun dengan sejumlah pihak terkait. Besarnya anggaran untuk penanganan Covid-19, dan rangkaian teknis akan segera dibahas, untuk dijadikan acuan penanganan. “Untuk anggaran masih di formulasikan. Untuk sementara kemarin kita baru anggarkan Rp 1,1 Miliar. Nanti berbagai perencanaan teknis juga akan kami bahas secepatnya, untuk dapat segera dijadikan bahan acuan penanganan Covid-19 ini,” ujarnya.

Kepada masyrakat Purworejo, Agus Bastian menghimbau untuk waspada. Ia juga kembali menegaskan larangan kepada masyarakat untuk membuat kerumunan massa, apapun alasanya. Kebijakan itu dilakukan untuk memastikan program physical distancing berjalan dengan baik.

“Kami menghimbau masyarakat mentaati himbauan pemerintah untuk menjaga jarak dan tidak membuat kerumunan. Kalau masih ditemukan (kerumunan), kami akan bubarkan,” tandasnya.

Terkait dengan pemudik, Agus Bastian mengaku belum mengambil tindakan sampai dengan pelarangan mutlak, seperti melarang bus antar kota masuk, atau melarang kunjungan orang dari luar daerah. Namun tindakan kewaspadaan tetap dilakukan untuk meminimalisir resiko.

“Kami lakukan pemantauan dan pelacakan, jika ada rombongan pemudik dari luar kota, kami sterilkan, dengan cara melakukan penyemprotan desinfektan. Untuk sementara ini belum ada larangan, namun tetap kami himbau, perantau jangan dulu pulang (mudik),” katanya.


Heru Prayogo

1 Komentar

  1. 539339 33335Enjoyed examining this, really great stuff, thanks . 375018

Tinggalkan Balasan