Jumlah Pedagang dan Los Pasar Induk Wonosobo Selisih 500

WONOSOBO, SM Network – Pembangunan Pasar Induk Wonosobo diklaim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah selesai 100 persen. Meski akan segera diresmikan pada awal Februari mendatang, jumlah los yang ada di Pasar Induk Wonosobo dengan jumlah pedagang tidak sama, terdapat selisih 500.

Kabid Pasar Disperindagkop UMKM, Suprayitno mengatakan, selisih jumlah pedagang pasar dengan los yang ada karena desain Pasar Induk menggunakan konsep modern. Sehingga jumlah los yang ada berbeda dengan Pasar Induk Wonosobo sebelumnya.

“Kenapa slisih 500, karena yang sekarang menggunakan konsep modern. Ada tempat yang sekarang digunakan untuk atrium. Ada di tengah pasar. Jalan yang tadinya 3 meter, sekarang ada yang 5 meter dan 7 meter. Itu untuk memenuhi standar supaya pasar tidak pengap. Ada ruang-ruang kosong untuk sirkulasi udara,” jelas Prayitno saat ditemui, kemarin.

Prayitno menjelaskan, pedagang Pasar Induk yang tercatat di Dinas sekitar 2.900. Namun jumlah kios dan los hanya terdapat 2.400, jadi terdapat selisih 5000. Untuk kios, sambung Prayitno, tidak ada kendala karena jumlah pedagang dan kios sudah sama, selisih 500 yaitu pada los yang tersedia.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah diakui Prayitno tengah membahas terkait penataan pedagang pasar. Meski akan segera diresmikan, pedagang belum bisa langsung menempati lapak mereka. Pedagang Pasar Induk masih harus bersabar kembali menempati lapak mereka.

“Karena bangunanya semi modern, walau sudah ditambah 1 lantai tapi masih kurang. Untuk mengatasi kekurangan kita akan menata kembali, kita akan membuat aturan dengan membuat Perbup Pengelolaan Pasar Induk,” jelasnya.

Prayitno berharap, pembahasan terkait penataan pedagang pasar segera terselesaikan. Sehingga pedagang pasar bisa menempati pasar yang baru di tahun 2021. “Harapanya tahun ini bisa langsung ditempati. Tapi bulanya belum bisa dipastikan, masih dalam pembahasan. Yang jelas tahun ini harus sudah ditempati,” tandasnya.

Ia memastikan, pedagang pasar yang sudah terdaftar di Dinas akan mendapatkan tempat lapaknya sesuai porsi masing-masing. Penataan pasar menjadi pembahasan serius Pemerintah, supaya tidak terjadi konflik antar pedagang maupun dengan Pemerintah. Pemerintah disebut Prayitno akan berusaha se adil-adilnya.

Tinggalkan Balasan