Jokowi Tinggal Tulis Satu Huruf di Al-quran Terbesar

WONOSOBO, SM Network – Kitab Suci Al-Qur’an akbar berukuran 2×1,5 meter yang ditulis oleh Dosen Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) bernama Hayaudin dalam kurun waktu 2,5 tahun tersebut akan dirampungkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Al-Qur’an yang ditulis secara manual itu menyisakan huruf sin pada surat Annas yang rencana akan ditulis langsung oleh orang nomor satu di Indonesia tersebut.

“Al-Qur’an ini tinggal disempurnakan, menunggu Pak Jokowi ada waktu luang. Awal penulisan juga beliau yang menulis,” ungkap Kepala Yayasan Pendidikan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an (YPIIQ) Syarif Hidayat dalam penyerahan Al-Qur’an akbar secara simbolis kepada Presiden RI Joko widodo yang diwakili oleh Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Saadi di Universitas Sains Al-Qur’an, Rabu (15/1).

Huruf Terakhir

Menurutnya, Al-Qur’an tersebut sudah selesai dikerjakan oleh penulisnya yakni Hayaudin sejak beberapa waktu lalu. Namun hingga kini Al-Qur’an tersebut belum selesai disempurnakan karena kesibukan Joko Widodo sehingga belum sempat menuliskan huruf sin yang terakhir. Untuk penyempurnaan Al-Qur’an pihaknya menyerahkan kebijakan tersebut kepada Presiden kapan mau dirampungkan dan dimana akan ditulis.

“Bapak Wakil Menteri Agama nantinya bisa menyampaikan, kapan waktunya, dimana tempatnya kami siap mengantar ke Jakarta. Kami sangat berbahagia apabila Bapak Presiden bisa kembali hadir di Wonosobo untuk menuliskan huruf sin,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Saadi mengatakan, pihaknya akan menyampaikan pesan tersebut ke Jokowi. Al-Qur’an tersebut menurutnya karya besar dari salah satu dosen UNSIQ, bukan hanya dalam ukuranya yang besar, namun esensi kandungan maknanya jauh lebih besar.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada penulis Al-Qur’an tersebut. Al-Qur’an tersebut juga menjadi amal sholeh dan menjadi tradisi yang harus dijaga dan diteruskan. Dirinya berharap, bukan hanya membuat karya yang besar, namun harus bisa mengamalkan hasil karya tersebut. “Saya yakin Presiden juga akan memberikan apresiasi yang tinggi untuk penulis. Dan nanti akan saya sampaikan ke Presiden untuk menyempurnakan yang telah ditulis, supaya menjadi Al-Qur’an yang sempurna. Dan yang terpenting, tradisi ini harus tetap dijaga dengan baik,” pungkasnya.


Adib Annas M

Tinggalkan Balasan