Jembatan Karangtejo Dukung Pariwisata

TEMANGGUNG, SM Network – Dengan selesainya pembangunan Jembatan Karangtejo, Kedu, diharapkan akan berdampak positif terhadap industri pariwisata di Kabupaten Temanggung, khususnya bagi Pasar Papringan. Selain itu, keberadaannya sebagai jalur alternatif bisa mengurai kepadatan arus lalu lintas jalur seperti saat Lebaran, serta mendongkrak perekonomian.

“Dengan selesainya pembangunan jembatan ini masyarakat dari berbagai kota di Indonesia bisa lebih mudah mengakses ke Pasar Papringan, karena selama ini mungkin jalannya agak macet macet jika melewati jembatan lama,”ujar Bupati Muhamad Al Khadziq, kemarin.

Pasar Papringan selama ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Temanggung karena keunikannya. Pengunjungnya tak hanya dari Temanggung saja tapi dari luar daerah bahkan mancanegara. Dikatakan Hadik, kendati proses pembangunan jembatan yang ini menggunakan APBD Temanggung senilai Rp 12,5 miliar memakan waktu cukup lama namun, dia bersyukur akhirnya bisa terselesaikan dalam waktu tiga tahun. Diakuinya, memang ada kendalam selama proses pembangunannya.

“Masalahnya memang waktu itu kita dijanjikan mendapat bantuan kerangka jembatan dari Kementerian PUPR, karena ada bantuan kerangka jembatan maka kita membangun fondasinya dan pengadaan tanah, tetapi ketika fondasi sudah jadi, ternyata kerangka jembatan yang dijanjikan sudah dikirim ke kabupaten lain. Oleh karena itu kita menganggarkan dalam APBD 2019 untuk pembangunan ini,”katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana mengatakan, bentang jembatan ini 60 meter dengan lebar 7 meter. Dikatakan, pembangunan jembatan ini terutama untuk membuka akses daerah Kedu, Jumo, dan Ngadirejo karena selama ini jika ada kegiatan di daerah Traji kesulitan mengatur arus lalu lintas. Selama ini bus besar selalu kesulitan kalau harus dialihkan ke sini.

“Sekarang lalu lintas tidak akan terkendala jika daerah Traji atau Ngadirejo ditutup karena bisa dialihkan ke sini. Pembangunan jembatan ini juga mendukung wisata Pasar Papringan, karena selama ini wisatawan dari luar kota yang menggunakan kendaraan besar masuk di jembatan lama selalu antre bahkan ada beberapa yang tidak bisa masuk,”katanya.


Radiia Yoni A

Tinggalkan Balasan